www.tempoaktual.id – Universitas Bumigora telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam bidang teknologi dan inovasi di Indonesia. Dengan mendapatkan dua dana hibah dari program pengembangan prototipe, universitas ini kembali membuktikan komitmennya terhadap penelitian terapan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pencapaian tersebut ketara dalam konteks persaingan di LLDIKTI Wilayah VIII, yang mencakup Bali dan NTB. Ini menjadi indikator bahwa riset dan inovasi di Universitas Bumigora tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga berkualitas tinggi.
Dua proyek yang berhasil mendapatkan pendanaan berfokus pada solusi digital yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, menyoroti bagaimana teknologi dapat melestarikan budaya lokal dan mengedukasi generasi masa depan.
Pentingnya Teknologi dalam Pelestarian Budaya Lokal di NTB
Pelestarian kebudayaan melalui teknologi menjadi semakin penting dalam era digital saat ini. Salah satu proyek yang didanai adalah pengembangan aplikasi mobile untuk digitalisasi naskah lontar, yang merupakan warisan budaya Suku Sasak.
Dengan adanya aplikasi ini, naskah-naskah kuno akan lebih mudah diakses oleh masyarakat dan generasi mendatang. Digitalisasi naskah lontar bertujuan untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya yang tak ternilai bagi daerah tersebut.
Tidak hanya itu, proyek ini juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya mereka. Dengan pendekatan yang inovatif, aplikasi ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi.
Peran Augmented Reality dalam Transformasi Pembelajaran
Implementasi Augmented Reality (AR) dalam pendidikan menawarkan cara baru dalam proses belajar mengajar. Proyek ini memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan materi pelajaran dalam bentuk yang lebih menarik dan interaktif.
Dengan teknologi AR, siswa dapat memvisualisasikan konsep-konsep geometri dalam tiga dimensi, menjadikannya lebih mudah dipahami. Pengalaman belajar yang interaktif ini akan mendorong siswa untuk lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Studi menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang menggabungkan teknologi dapat meningkatkan pemahaman serta daya tarik pelajaran. Hal ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan menyenangkan bagi siswa.
Komitmen Universitas Bumigora terhadap Riset yang Berkelanjutan
Rektor Universitas Bumigora, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, menegaskan pentingnya riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan dalam mendapatkan dana hibah menunjukkan kualitas riset yang dilakukan oleh dosen dan peneliti universitas.
Komitmen ini tidak hanya terlihat dari hasil penelitian, tetapi juga dalam penerapan hasil riset ke dalam masyarakat. Universitas Bumigora berupaya menjadi pelaku utama dalam memperkenalkan solusi yang efektif dan inovatif.
Melalui kerja sama dengan mahasiswa, universitas ini mampu menciptakan ekosistem riset yang inklusif dan partisipatif. Ini mengedukasi mahasiswa mengenai pentingnya riset yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.






















