www.tempoaktual.id – KONI Lombok Barat memiliki ambisi besar untuk meraih kejayaan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang akan berlangsung pada tahun 2026. Dengan target minimal 89 medali emas, persiapan matang harus dilakukan agar bisa mencapai prestasi tersebut dan kembali mengangkat nama daerah di kancah olahraga.
Ketua Umum KONI Lombok Barat, H. Abubakar Abdullah, menegaskan pentingnya sebuah peta jalan yang jelas dalam meraih target ini. Kerjasama antara pengurus dan semua cabang olahraga (Cabor) diharapkan mampu melahirkan strategi yang efektif untuk menghadapi kompetisi dua tahunan tersebut.
Dalam rapat koordinasi yang diadakan di Kantor Sekretariat KONI di Gerung, Abubakar memaparkan rincian target mereka. Di samping medali emas, mereka juga menargetkan 35 medali perak dan 38 medali perunggu sebagai langkah menuju posisi runner-up di Porprov nantinya.
Strategi Pencapaian Target Medali Emas yang Ambisius
Menurut Abubakar, keberhasilan dalam merealisasikan target ini tidak hanya bergantung pada usaha tiap Cabor, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang erat. Dukungan dari masyarakat dan Pemkab Lombok Barat yang konkret serta terukur menjadi salah satu aspek kunci dalam usaha mencapai kejayaan ini.
Untuk melaksanakan persiapan yang memadai, pihak KONI mengestimasikan kebutuhan anggaran sekitar Rp5 miliar. Abubakar menggarisbawahi bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh semangat, melainkan juga memerlukan latihan yang konsisten dan sarana-prasarana yang memadai.
Dalam mendukung prestasi atlet, tim medis, tim psikolog, dan terapis juga harus disiapkan. Abubakar menegaskan bahwa semua elemen ini sangat penting dalam mempersiapkan atlet agar dapat berkompetisi dengan baik di Porprov mendatang.
Rencana Pelatihan dan Penyiapan Atlet yang Komprehensif
Ketua Bidang Prestasi Pelatda KONI, Ahmad Quroni, menambahkan bahwa target medali yang ditetapkan berdasarkan hasil pengukuran yang sedang diformulasikan. Setiap Cabor akan memiliki wewenang penuh atas pelatihan, sehingga metode yang diterapkan bisa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Konsep desentralisasi dalam pelatihan ini memungkinkan para pelatih untuk mengambil keputusan yang lebih tepat bagi atlet mereka. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas latihan dan persiapan menjelang Porprov.
Pihaknya juga telah menyusun timeline Pelatda yang jelas, agar tiap Cabor bisa merencanakan fokus latihan dari berbagai aspek dengan baik. Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet dalam menghadapi tantangan di Porprov 2026.
Pentingnya Dukungan Masyarakat dan Infrastruktur Pendukung
Perjuangan untuk meraih prestasi tidak hanya ditangani oleh KONI dan atlet, tetapi juga melibatkan semua elemen masyarakat. Dengan mengajak semua pihak untuk berkontribusi, diharapkan dukungan yang diberikan akan nyata dan terukur.
Abubakar mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memberikan dukungan yang lebih nyata untuk mendukung infrastruktur olahraga. Tanpa fasilitas yang memadai, sangat sulit untuk mencapai tujuan besar yang telah ditetapkan.
Untuk mencapai keberhasilan di Porprov, semua atlet juga membutuhkan perlengkapan dan fasilitas latihan yang layak. Ketersediaan alat dan sarana penunjang lainnya menjadi bagian penting untuk mencapai misi KONI Lombok Barat.






















