www.tempoaktual.id – Sabtu yang lalu, Lombok Barat menjadi tuan rumah acara ‘Fun Run’ yang menarik perhatian masyarakat setempat. Kegiatan tersebut diadakan oleh Asosiasi Agen Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (AITTA) dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata di daerah tersebut.
Puluhan peserta ambil bagian dalam acara ini untuk mempromosikan potensi wisata yang belum banyak dikenal. Kegiatan ini tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang menyatukan komunitas dan mempromosikan keindahan alam Lombok Barat.
Dengan semangat yang tinggi, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, bersama Wakil Bupati, Hj. Nurul Adha, melepas peserta dengan harapan meningkatkan kunjungan wisata ke Desa Tempos. Acara ini menjadi momen penting untuk menggugah kembali minat masyarakat terhadap potensi pariwisata desa yang selama ini mengalami penurunan angka kunjungan.
Desa Tempos dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Bupati menyoroti keunikan desa ini yang memiliki kekayaan kuliner dan suasana alam yang menenangkan, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Ia berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin untuk mendongkrak sektor pariwisata.
“Tempos memiliki potensi luar biasa, mulai dari kuliner khas hingga landscape persawahan,” ungkap Bupati. Dengan terselenggaranya acara seperti ini, ia percaya bahwa pariwisata desa akan semakin maju dan dikenal luas.
Pentingnya Kolaborasi antara Olahraga dan Pariwisata di NTB
Ketua AITTA NTB, Heri Nurcahyono, menjelaskan bahwa acara ini merupakan langkah pertama AITTA di NTB. Menurutnya, hasil positif dari partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa olahraga dan pariwisata dapat saling mendukung dan menciptakan dampak yang signifikan.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa, ini menunjukkan betapa masyarakat mendukung kegiatan yang dapat mempromosikan pariwisata,” ujar Heri. Ia menekankan pentingnya penggabungan kedua aspek ini untuk meraih hasil yang maksimal bagi perkembangan daerah.
Selain itu, panitia menyediakan hadiah menarik bagi peserta, mulai dari voucher umrah hingga sepeda dan voucher hotel. Hadiah ini adalah bentuk dukungan dari pelaku industri pariwisata setempat, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta di acara mendatang.
“Kami sangat berterima kasih kepada pelaku usaha pariwisata yang mendukung acara ini,” tambah Heri. Ia berharap acara AITTA Fun Run ini dapat berlanjut dan dikembangkan lebih besar di masa depan.
Dampak Positif Terhadap Ekonomi Lokal di Desa Tempos
Pemilihan Desa Tempos sebagai lokasi acara memang didasarkan pada beberapa pertimbangan. Heri menjelaskan bahwa desa ini mengalami penurunan kunjungan wisata dan perlu diangkat kembali citranya. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik kembali perhatian wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
“Kunjungan ke Tempos sudah cukup berkurang, dan acara Fun Run ini menjadi peluang untuk membangkitkan kembali daya tarik desa,” ungkapnya. Dampak langsung dari acara ini terlihat dengan banyaknya penduduk lokal yang berjualan kuliner dan berbagai produk lokal lainnya.
Sejumlah pelaku usaha kuliner melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan akibat tingginya jumlah pengunjung di lokasi acara. “Kami bisa melayani banyak orang hari ini, dan makanan kami sangat diminati,” salah satu pedagang mengatakan dengan bersemangat.
Dukungan masyarakat selama acara juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pariwisata. Keberhasilan acara ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga mempererat hubungan antar warga dan meningkatkan kesadaran akan potensi lokal.
Visi AITTA untuk Mendorong Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan
Kedepan, AITTA berencana untuk mengadakan lebih banyak kegiatan serupa, bukan hanya di Desa Tempos, tetapi juga di desa-desa wisata lain yang memiliki potensi. Sasarannya adalah untuk menunjukkan bahwa setiap sudut NTB memiliki sesuatu yang unik untuk ditawarkan.
“Kami ingin mengeksplorasi lebih banyak lagi desa-desa yang dapat dikembangkan,” jelas Heri. Strategi ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan pariwisata yang lebih merata di NTB dan mendukung ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dengan demikian, AITTA bukan hanya berfungsi untuk menyelenggarakan acara olahraga, tetapi juga sebagai motor penggerak pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ini adalah langkah penting menuju masa depan pariwisata yang lebih baik bagi masyarakat Lombok Barat.
Melalui momen seperti AITTA Fun Run, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi lokal. Penguatan komunitas dan dukungan lisan akan sangat berperan dalam kesuksesan program-program pariwisata mendatang.
Akhirnya, harapan AITTA adalah agar acara ini dapat dijadikan tradisi yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata di NTB secara keseluruhan.






















