www.tempoaktual.id – Kementerian Agama di Kota Mataram baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menguji coba skema fullday school atau sekolah sehari penuh di madrasah. Proses uji coba tersebut dijadwalkan berlangsung selama sebulan, dimulai dari Senin, 19 Januari 2026 hingga Jumat, 20 Februari 2026.
Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, H. Hamdun, menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan untuk merumuskan rencana ini. Hasil dari rapat tersebut sepakat untuk melaksanakan uji coba pelaksanaan fullday school dalam waktu yang telah ditentukan, dengan evaluasi yang akan dilakukan setelahnya untuk menentukan kelanjutan program.
Menurut Hamdun, evaluasi efektifitas fullday school akan melibatkan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari pertimbangan. Untuk persiapan madrasah, Hamdun melaporkan bahwa hampir semua sudah siap, dan persiapan teknis dianggap sangat matang.
Ia menjelaskan bahwa wacana ini telah berkembang selama setengah tahun terakhir, menunjukkan bahwa semua pihak telah siap untuk merealisasikannya, menunggu waktu dan regulasi yang tepat. Dalam hal waktu belajar, Kemenag telah menetapkan jam masuk mulai pukul 07.15 hingga 16.30 WITA.
Jam belajar dalam skema fullday school ini lebih lama dibandingkan sekolah negeri yang biasanya beroperasi selama delapan jam. Banyaknya mata pelajaran di madrasah, terutama aspek keagamaan, menjadi alasan untuk waktu belajar yang lebih panjang ini.
Hamdun menegaskan, waktu yang lebih panjang tersebut diperlukan untuk memfasilitasi beragam pelajaran yang ditawarkan di madrasah. Hal ini menjadikan pengalaman belajar di madrasah lebih komprehensif dibanding di sekolah umum.
Khusus untuk hari Jumat, ada kesepakatan untuk memulangkan siswa lebih awal, yakni pukul 11.00 WITA, agar mereka bisa menjalani ibadah Jumat. Meski demikian, kegiatan ekstrakurikuler atau intrakurikuler masih dapat dilanjutkan setelah ibadah bagi yang bersedia.
Hamdun menambahkan bahwa sekolah yang tidak ingin melanjutkan kegiatan setelah ibadah Jumat dapat membiarkan siswanya pulang lebih awal. Rencana uji coba ini akan diperhalus terus menerus, dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala.
Pentingnya Sosialisasi Uji Coba Fullday School kepada Stakeholder
Demi kelancaran pelaksanaan uji coba ini, Kemenag juga berencana untuk melakukan sosialisasi kepada orangtua murid serta seluruh pihak terkait. Hal ini sangat penting agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai program fullday school.
Sosialisasi juga bertujuan untuk menggali feedback dari orangtua dan masyarakat mengenai pelaksanaan program ini. Melalui pemahaman yang komprehensif, diharapkan semua pihak dapat memberikan dukungan terhadap inisiatif ini.
Sebagai langkah awal, Kemenag akan mengadakan pertemuan dengan orangtua dan kepala madrasah untuk menjelaskan tujuan dan manfaat dari fullday school. Dengan demikian, diharapkan ada sinergi yang baik antara sekolah, orangtua, dan masyarakat sekitar.
Melalui sosialisasi yang efektif, diharapkan respon dari masyarakat menjadi positif, memungkinkan Kemenag untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian sebelum pelaksanaan penuh. Ini tentu akan sangat membantu dalam evaluasi jangka panjang terhadap program ini.
Kesiapan Madrasah dalam Menghadapi Fullday School
Madrasah yang ada di Kota Mataram terlihat optimis dalam menyambut uji coba fullday school. H. Hamdun pernah menyatakan bahwa kesiapan madrasah dalam hal tenaga pengajar dan sarana prasarana sudah dalam kondisi sangat baik.
Dalam hal ini, guru-guru di madrasah juga sudah mendapatkan pelatihan dan bimbingan untuk menghadapi pelaksanaan fullday school. Mereka diharapkan mampu menggali potensi siswa secara maksimal dengan waktu belajar yang lebih panjang.
Untuk mendukung implementasi fullday school, madrasah juga telah menyiapkan berbagai kegiatan penunjang yang menarik dan edukatif. Dengan kombinasi pelajaran akademis dan pendidikan karakter, diharapkan siswa tidak hanya belajar secara formal, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga lainnya.
Keberhasilan pelaksanaan fullday school juga sangat bergantung pada dukungan dari orangtua dan masyarakat. Oleh karena itu, penting adanya komunikasi untuk memastikan semua pihak saling mendukung dan bekerja sama.
Evaluasi Berkelanjutan Menjadi Kunci Keberhasilan Fullday School
Evaluasi menjadi kunci untuk menentukan dampak dari pelaksanaan fullday school. Kemenag berkomitmen untuk mengadakan penilaian berkala selama uji coba berlangsung, guna menilai efektivitas dan respons masyarakat.
Respon dari orang tua dan siswa akan sangat berharga untuk menilai apakah program ini perlu diubah atau dilanjutkan. Kemenag ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar berjalan efektif.
Hamdun menekankan perlunya melibatkan semua pemangku kepentingan dalam evaluasi. Dengan melibatkan orangtua, guru, dan masyarakat, hasil evaluasi diharapkan lebih menyeluruh dan komprehensif.
Pada akhirnya, Kemenag berharap pelaksanaan fullday school ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga bagi pendidikan di Kota Mataram secara keseluruhan. Evaluasi yang tepat akan menjadi pedoman untuk menentukan langkah selanjutnya setelah uji coba berakhir.






















