www.tempoaktual.id – Menjelang pelaksanaan ajang MotoGP 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 hingga 5 Oktober di Sirkuit Mandalika, Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momen ini dengan menetapkan harga yang tinggi. Tindakan tersebut diharapkan bisa mendukung kelancaran acara dan meningkatkan pengalaman pengunjung yang datang ke daerah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaludin Malady, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas gratis bagi pelaku UMKM. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha kecil agar bisa berjualan tanpa terbebani biaya sewa tempat selama acara berlangsung.
Menurut Jamaludin, setiap kali terdapat ajang internasional di Mandalika, seperti World Superbike dan MotoGP, merupakan peluang besar bagi UMKM dan pedagang kecil. Dia juga menambahkan bahwa Dinas Perdagangan NTB akan bekerja sama dengan asosiasi pedagang dan pihak terkait lainnya untuk melakukan kurasi terhadap para pedagang yang berhak berjualan di area sekitar sirkuit.
Pentingnya Harga Terjangkau untuk Memahami Peluang Usaha
Jamaludin juga menyampaikan bahwa keberhasilan ajang seperti MotoGP tidak terletak hanya pada aspek balapan itu sendiri, tetapi juga pada kepuasan wisatawan. Penonton diharapkan dapat menikmati produk lokal dengan harga yang wajar selama acara berlangsung. Ini sangat penting agar pengunjung merasa puas dan ingin kembali lagi ke NTB.
Dia mengingatkan bahwa harga yang terlalu tinggi dapat merugikan citra daerah serta pengalaman pengunjung. Dalam konteks inilah, kehadiran UMKM menjadi sangat signifikan, karena mereka bisa menawarkan produk dengan harga yang beragam dan terjangkau. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keuntungan juga semakin besar.
Dinas Perdagangan NTB telah menyusun rencana strategis untuk memastikan para pelaku usaha bisa beroperasi di tempat yang tepat. Rencana tersebut melibatkan pengaturan lokasi untuk memaksimalkan penjualan produk lokal kepada para pengunjung acara MotoGP. Dengan langkah ini, diharapkan bisa tercipta suasana yang kondusif bagi kedua belah pihak.
Strategi Penempatan Pedagang di MotoGP 2025
Jamaludin menyatakan bahwa pengelola MotoGP 2025 telah diminta untuk menyiapkan lokasi yang strategis bagi para pedagang, salah satunya di belakang Grand Stand B. Lokasi ini dinilai lebih dekat dengan penonton yang mengharapkan kemudahan saat ingin membeli makanan atau minuman. Keterdekatannya akan mendorong penonton lebih memilih produk lokal.
Pemilihan lokasi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang bagi UMKM dalam mempertahankan penjualan. Penonton yang ingin menikmati kebutuhan tubuh seperti makanan dan minuman, tentu akan mencari tempat yang dekat dan mudah dijangkau, terutama saat mereka berada di tengah momen berharga menonton balapan.
Dinas Perdagangan NTB juga berkomitmen untuk melakukan koordinasi intensif dengan instansi pemerintah dan dinas terkait lainnya. Tujuannya adalah memastikan semua titik strategis untuk para pelaku usaha dapat berfungsi dengan baik dan mendukung kesuksesan ajang MotoGP 2025 di Mandalika.
Kolaborasi Semua Pihak untuk Memperkuat Ekonomi Daerah
Jamaludin menekankan bahwa keberhasilan acara MotoGP 2025 ditentukan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kepuasan wisatawan yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi daerah. Menurutnya, jika pengunjung merasa puas dengan produk yang mereka konsumsi, maka bukan tidak mungkin mereka akan kembali berkunjung ke NTB di lain waktu.
Kepuasan tersebut tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari kualitas produk yang dijual oleh pelaku UMKM. Oleh karena itu, Jamaludin mengajak semua pelaku usaha untuk memperhatikan keahlian mereka dalam menjajakan produk. Mereka harus mampu menampilkan produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing.
Harapan juga disampaikan Jamaludin agar UMKM dapat meraih keuntungan optimal. Namun, yang terpenting adalah menciptakan situasi di mana pengunjung tidak merasa dirugikan oleh harga yang tidak realistis. Keselarasan antara pelaku usaha dan pengunjung adalah kunci untuk memajukan ekonomi daerah selama acara berjalan.






















