www.tempoaktual.id – Pada tangal 9 hingga 12 Oktober 2025, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara umum dalam Kejuaraan Zaresta Karate Open yang berlangsung di Mataram. Keberhasilan ini menjadi sorotan karena Forki Lobar mampu menyabet medali terbanyak dibandingkan dengan kontingen dari kabupaten dan kota lain di Nusa Tenggara Barat dan Bali.
Ketua Umum Forki Lobar, Kamaruddin, melalui Sekretarisnya, Ary Kusuma Jaya, menyampaikan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 600 atlet dari berbagai daerah di NTB dan Bali. Forki Lobar mengirimkan total 54 atlet yang berkompetisi di berbagai kategori, mulai dari Pra Usia Dini (di bawah 7 tahun) hingga senior di atas 21 tahun.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Forki Lobar berhasil meraih total 55 medali, terdiri dari 19 medali emas, 12 medali perak, dan 24 medali perunggu. “Alhamdulillah, juara umum menjadi milik Forki Lobar kali ini dengan perolehan medali yang memuaskan,” ungkap Ary pada sore hari setelah pengumuman hasil.
Persiapan dan Partisipasi Atlet Forki Lobar untuk Kejuaraan Mendatang
Dari hasil kejuaraan ini, menarik untuk dicatat bahwa perolehan medali dikelompokkan hampir merata di antara berbagai kategori. Baik atlet muda maupun senior menunjukkan performa yang konsisten, dan hal ini menjadi indikator positif bagi perkembangan karate di daerah tersebut. Ary juga menyebutkan bahwa selama pelaksanaan, tidak ada kendala berarti yang mengganggu pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa para pengurus dan pelatih secara aktif memantau dan mendukung setiap atlet yang bertanding. Kerja sama tim ini terlihat berkontribusi pada kesuksesan Forki Lobar dalam mengumpulkan medali. Ary mengungkapkan harapannya agar pencapaian ini akan semakin memotivasi atlet untuk berlatih lebih giat di masa depan.
Tentu saja, hasil yang membanggakan ini juga dianggap sebagai langkah awal dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan datang. Forki Lobar sudah mempersiapkan beberapa program latihan khusus untuk meningkatkan kualitas atletnya menjelang ajang yang lebih besar tersebut.
Forki Lobar Siap Menghadapi PON di Kudus, Jawa Tengah
Tidak hanya berfokus pada kejuaraan lokal, Forki Lobar juga mempersiapkan enam atlet dan satu pelatih untuk turut serta dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diadakan di Kudus, Jawa Tengah mendatang. Ini menunjukkan bahwa Forki Lobar berkomitmen untuk tidak hanya berprestasi di tingkat regional tetapi juga nasional.
Proses seleksi dan persiapan atlet yang akan berkompetisi di PON dilakukan dengan sangat serius. Latihan intensif dan strategi pertarungan akan diterapkan untuk memastikan bahwa para atlet Forki Lobar dapat memberikan performa terbaiknya di tingkat nasional. Hal ini juga menjadi kesempatan untuk menampilkan bakat olahraga karate dari daerah ini.
Ary menambahkan bahwa Forki Lobar terus berupaya meningkatkan jumlah atlet binaan yang saat ini mencapai ratusan, yang mencakup berbagai usia. Dengan demikian, mereka dapat mencetak atlet elit yang tidak hanya siap menghadapi kompetisi di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
Strategi dan Pendanaan untuk Pembangunan Atlet Karate
Pembangunan atlet tidak sekadar ditunjang oleh pelatihan yang ketat, tetapi juga memerlukan dukungan dana yang memadai. Forki Lobar sedang merintis berbagai program pendanaan untuk membantu atlet dalam perjalanan karir mereka. Ini termasuk pencarian sponsor dan penggalangan dana melalui berbagai aktivitas.
Selain itu, Forki Lobar berencana untuk mengadakan berbagai kegiatan, seperti workshop dan seminar, untuk memotivasi calon atlet dan masyarakat umum agar lebih sadar akan pentingnya olahraga. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam olahraga karate.
Dengan begitu, Forki Lobar berharap tidak hanya dapat mencetak atlet berkualitas, tetapi juga dapat membangun budaya karate yang kuat di komunitas. Hal ini akan berdampak positif dan dapat menyebarluaskan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kerja keras kepada generasi muda.






















