www.tempoaktual.id – Peringatan Dies Natalis ke-41 Universitas Terbuka (UT) Mataram menjadi momentum penting bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara bertajuk “Business Talk Show” ini mengeksplorasi potensi digital marketing dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM, yang sering kali bergerak dalam batasan konvensional.
Digelar pada hari Sabtu, acara ini menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk siswa dan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Mataram. Hadirnya banyak peserta menunjukkan antusiasme dalam mempelajari lebih dalam mengenai pemasaran digital sebagai solusi bagi tantangan yang dihadapi UMKM.
Direktur UT Mataram, Heriyanto, S.IP., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian institusi terhadap masyarakat. Melalui berbagai sesi, pelaku UMKM diharapkan dapat meraih pengetahuan serta keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Mendukung Pelaku UMKM Melalui Pemasaran Digital
Dalam acara tersebut, para narasumber berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penggunaan digital marketing dalam strategi bisnis. Melihat perkembangan teknologi yang pesat, pelaku UMKM dituntut untuk beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Pemasaran digital memberikan akses yang lebih luas dibandingkan metode konvensional.
Heriyanto menyoroti bahwa meskipun banyak pelaku UMKM di NTB masih mengandalkan pemasaran tradisional, terbuka peluang besar melalui platform digital. Dengan modal minimal dan koneksi internet, mereka bisa menjalankan bisnis dari rumah.
Seiring dengan pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Hal ini tidak hanya membuat suasana lebih interaktif tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pemasaran digital dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
Inovasi Dalam Berbisnis di Era Digital
Menurut Rikha Rahjab, salah satu narasumber dan pemilik Kakaikahijab, digital marketing adalah hal yang tidak bisa dianggap remeh. Dengan persaingan yang ketat, pemahaman algoritma dan teknik SEO menjadi bekal penting bagi pelaku usaha. Jika tidak, peluang untuk berkembang bisa terancam.
Pemasaran melalui media sosial menjadi salah satu alternatif yang efisien, memungkinkan UMKM meningkatkan visibilitas produk mereka. Selain itu, digital marketing menawarkan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan iklan konvensional.
Rikha juga menekankan pentingnya inovasi dalam produk dan cara pemasaran. Dengan terus mengikuti tren terkini, pelaku UMKM dapat menyesuaikan produk mereka sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini berpotensi meningkatkan usaha mereka ke tingkatan yang lebih tinggi.
Peran Komunitas dan Pemerintah dalam Mendukung UMKM
Heriyanto mendorong para mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM di daerah mereka. Kini, konsep masyarakat terpelajar tidak hanya ada di lingkungan akademis, tetapi juga dalam realita usaha mikro. Komunitas akademik diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Dengan dukungan dari semua sektor, pelaku UMKM akan mendapatkan akses ke berbagai bantuan, baik dari segi modal maupun pelatihan kapasitas usaha.
Dengan membuka Program Studi Kewirausahaan, UT Mataram berkomitmen untuk menjadi jembatan penghubung antara pelaku usaha dan berbagai sumber daya yang ada. Hal ini menjadi langkah konkret dalam mendukung UMKM agar mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Dies Natalis, tetapi juga menjadi bagian dari misi besar UT Mataram untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di NTB. Misi ini berfokus pada penyediaan ilmu dan keterampilan bagi pelaku usaha agar dapat bersaing di tingkat lokal hingga global.






















