www.tempoaktual.id – Mataram—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan pentingnya perbaikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh kepala daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini mendesak seiring dengan laporan mengenai kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang masih jauh dari memadai di wilayah tersebut.
Data menunjukkan bahwa terdapat 4.104 ruang kelas yang mengalami kerusakan dan 1.070 kelas baru yang dibutuhkan. Dalam sebuah pernyataan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada tanggal 21 Oktober 2025 mengungkapkan bahwa isu kerusakan sarana prasarana pendidikan ini telah menjadi perhatian nasional.
“Kerusakan sarana prasarana pendidikan adalah masalah yang banyak harus kita perbaiki,” ujar Mu’ti. Ia juga menekankan pentingnya pendataan akurat mengenai kondisi sarana prasarana di setiap sekolah melalui Dapodik.
Pentingnya Pendataan Akurat untuk Setiap Sekolah
Pendataan yang akurat diperlukan untuk memahami kondisi riil setiap sekolah dan menjadi dasar dalam memberikan bantuan yang sesuai. “Kami menemukan bahwa banyak data di Dapodik tidak sepenuhnya akurat,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan tentang adanya ketidakcocokan antara data yang terdapat dalam Dapodik dan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Ketidakakuratan ini dapat menyulitkan pemberian bantuan yang tepat sasaran.
Dampak Ketidakakuratan Data dalam Dapodik
Mu’ti juga mencatat bahwa ketidakakuratan data Dapodik menjadi penyebab serius dalam mendistribusikan bantuan. Tenaga pendidik dan masyarakat sering kali merasa kurang mendapatkan manfaat dari program bantuan yang ada karena data yang tidak lengkap dan kurang tepat.
Dampak dari masalah ini sangat besar, terutama bagi siswa yang terpaksa belajar di ruang kelas yang tidak layak. “Kerusakan kecil yang diabaikan akhirnya menjadi lebih besar, dan ini sangat disayangkan,” jelasnya.
Hal ini juga menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di semua tingkatan. Dengan pemahaman yang benar, masalah sarana prasarana kecil bisa segera ditangani sebelum menjadi lebih parah.
Pentingnya Kolaborasi Antara Pemerintah dan Sekolah
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, sejalan dengan pandangan Mendikdasmen, menekankan pentingnya semua kepala daerah untuk aktif mendata kondisi sekolah. “Pemutakhiran Dapodik harus dilakukan dengan serius oleh semua pihak terkait,” ujarnya.
Dengan adanya data yang valid mengenai kondisi sarana prasarana, pemerintah daerah dapat menciptakan program pendidikan yang tepat. Program-program seperti revitalisasi sekolah dan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bisa lebih efektif jika didasarkan pada data yang akurat.
“Kami meminta kepada semua bupati, wali kota, dan kepala dinas agar membagikan pesan ini ke semua jajaran di daerah. Prioritas kita hingga akhir 2025 haruslah pada pemutakhiran Dapodik,” pintanya dengan tegas.
Langkah-Langkah Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan
Untuk mengatasi masalah kerusakan sarana prasarana, langkah nyata harus segera diambil. Perbaikan dapat dilakukan melalui alokasi dana yang lebih tepat dari pemerintah daerah, serta peningkatan kapasitas pemahaman penggunaan dana BOS.
Pemberian pelatihan bagi pengawas pendidikan dan kepala sekolah juga menjadi salah satu solusi untuk menciptakan keselarasan dalam pengelolaan sarana prasarana. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam mencari dan menggunakan dana yang ada dengan lebih efektif.
Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses pengawasan juga penting. Partisipasi aktif dari semua elemen ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan di NTB demi masa depan yang lebih baik.






















