www.tempoaktual.id – Menjelang Pemilihan Rektor Universitas Mataram (Unram) untuk periode 2026–2030, Prof. Kurniawan mengimbau agar seluruh civitas akademika menjaga ketenangan dan keharmonisan dalam proses pemilihan. Ia menegaskan pentingnya menghindari gesekan politik yang dapat mengganggu stabilitas kampus dan berpotensi merusak atmosfer akademik.
Bagi Prof. Kurniawan, Pilrek bukan sekadar memilih pemimpin baru, melainkan juga momentum strategis untuk menentukan arah dan visi Unram di tengah persaingan yang semakin ketat antar perguruan tinggi. Proses ini harus menjadi ajang untuk menampilkan kualitas dan potensi masing-masing calon rektor.
Pada tanggal 1 Desember 2025, tahapan Pilrek memasuki fase penetapan calon oleh panitia pemilihan. Di titik ini, merupakan waktu yang krusial bagi semua pihak untuk menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, ungkapnya.
Pentingnya Stabilitas dalam Proses Pemilihan Rektor
Prof. Kurniawan menekankan bahwa proses pemilihan rektor harus dilakukan dalam suasana yang aman dan sehat, agar dapat menghasilkan pemimpin yang diakui legitimacy-nya oleh seluruh civitas akademika. Suasana yang kondusif akan membantu dalam menciptakan pemimpin yang berkualitas.
Ia menyoroti bahwa dinamika Pilrek seharusnya lebih berfokus pada konsep politik nilai, yang mengedepankan kualitas visi, rekam jejak akademik, serta integritas para calon. Dengan cara ini, Unram dapat menghindari praktik-praktik yang mencederai etika akademik.
Selain itu, penting untuk mendorong debat gagasan dalam proses pemilihan. Menurutnya, politik nilai akan membantu semua pihak untuk lebih memperhatikan substansi dari calon rektor, bukan sekadar popularitas atau pendekatan pragmatis yang bersifat sementara.
Kesempatan untuk Menyampaikan Pemikiran
Professor Kurniawan juga mengingatkan bahwa semua calon yang telah memenuhi persyaratan administrasi oleh panitia memiliki ruang untuk menyampaikan ide dan gagasannya secara bebas. Kompetisi dalam Pilrek diharapkan berjalan dengan sehat dan proporsional, menghormati budaya akademik yang telah menjadi identitas Unram.
Selama proses pemilihan berlangsung, ia berharap semua pihak saling menghormati dan tidak terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Masing-masing calon harus mempunyai kesempatan yang sama untuk menjelaskan visi dan misi mereka demi kemajuan Unram.
Lebih dari itu, keberhasilan dalam menjaga stabilitas kampus selama Pilrek akan berdampak langsung terhadap reputasi Unram. Kinerja akademik yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi ini, sekaligus membangun citra positif di masyarakat.
Konsekuensi dari Ketidakstabilan Kampus
Kampus yang tidak stabil sulit untuk bergerak maju dan meraih prestasi. Dalam konteks ini, Kurniawan menekankan bahwa arah baru Unram harus dibangun dari proses yang bersih dan transparan, serta menjadi contoh yang baik bagi institusi pendidikan lainnya.
Sebagaimana yang dinyatakan oleh Prof. Kurniawan, penting bagi civitas akademika Unram untuk menjadikan Pilrek ini sebagai kesempatan untuk memperkuat masa depan institusi. Setiap individu di dalamnya diharapkan berkontribusi demi terciptanya atmosfer yang positif.
Di akhir pernyataannya, ia sekali lagi menghimbau agar seluruh civitas akademika menjaga proses Pilrek agar tetap damai dan produktif. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merumuskan visi baru bagi Universitas Mataram ke depannya.






















