www.tempoaktual.id – Mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) kembali menunjukkan prestasi yang menggembirakan. Ahmad Yahya, yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik, berhasil meraih Juara 2 Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) 2025 dalam kategori Rumah Mini, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertandingan bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya ini berlangsung pada tanggal 25 hingga 26 November 2025.
Ahmad Yahya membagikan pengalamannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan menerapkan inovasi dalam karyanya, yang membawanya meraih prestasi di tingkat nasional. Motivasi utama Ahmad mengikuti kompetisi ini adalah keinginan untuk menguji kemampuan teknis yang telah ia pelajari selama di bangku kuliah, serta untuk mengharumkan nama baik Fakultas Teknik Unizar.
“Saya ingin menunjukkan bahwa ilmu yang saya pelajari dapat diterapkan dalam proyek nyata. Selain itu, saya juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa asal NTB memiliki kemampuan untuk bersaing di level nasional,” ungkapnya dengan semangat.
Ini bukan kali pertama bagi Ahmad untuk mencetak prestasi. Pada tahun sebelumnya, ia juga meraih juara nasional dalam kompetisi sejenis, yang membuatnya kembali dipercaya untuk mewakili NTB dalam Kompetensi TKK 2025 ini.
Dalam kompetisi tersebut, Ahmad mengangkat tema rumah hemat material yang lebih menonjolkan aspek efisiensi waktu dan kemudahan dalam perakitan. Meskipun berbentuk rumah mini, setiap elemen konstruksi harus tetap memperhatikan kekuatan dan presisi dari desain yang diusungnya.
Inovasi utama dalam karyanya terletak pada sistem sambungan yang baik namun tetap sederhana. Ia juga menerapkan metode pengerjaan yang cerdas, dengan memprioritaskan tugas yang sulit di hari awal—termasuk pemasangan partisi dan rangka atap—agar proses berikutnya menjadi lebih lancar.
“Material yang tepat dan pengerjaan yang teliti menjadi nilai penting yang mendukung saya untuk meraih posisi kedua,” jelas Ahmad dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam kompetisi ini terletak pada keakuratan sambungan konstruksi. Kesalahan sekecil apapun bisa menghancurkan stabilitas keseluruhan model. Selain itu, Ahmad juga harus mampu membagi waktu antara kegiatan perkuliahan yang padat dan sesi latihan menjelang kompetisi.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Ahmad mengambil waktu untuk merencanakan timeline yang ketat dan melakukan evaluasi terhadap kekurangan dari pengalaman kompetisi sebelumnya. Semua ini menjadi bahan pembelajaran yang berharga untuknya.
Pemahaman yang diperoleh dari Fakultas Teknik Unizar menjadi dasar penting bagi pencapaiannya. Proses belajar di beberapa mata kuliah seperti Struktur Bangunan, Mekanika Teknik, hingga Metode Kerja, sangat membantu dalam merancang sistem kerja yang efektif dan efisien.
Ahmad juga menyebutkan bahwa penerapan konsep dari penelitian tugas akhirnya, yang mengenai Studi Efektivitas Pengendalian Biaya Proyek Pembangunan Perpustakaan Lombok Timur dengan menggunakan metode Earned Value Management (EVM), memberikan keterampilan untuk bekerja secara cepat dan terukur.
Baginya, prestasi ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan langkah awal untuk terus berkarya di dunia konstruksi. “Saya berharap ini bisa menjadi motivasi baik untuk diri sendiri maupun bagi mahasiswa lainnya. Kompetisi itu bukan semata-mata tentang menang, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” tuturnya.
Keberhasilan Ahmad Yahya menggarisbawahi bahwa mahasiswa Unizar memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Dedikasi, inovasi, dan usaha yang keras dari Ahmad layak untuk menjadi inspirasi bagi semua mahasiswa, terutama yang berada di bidang teknik dan konstruksi.
Menggali Potensi Melalui Kompetisi Konstruksi
Kompetisi di bidang konstruksi kerap menjadi ajang yang tepat untuk menguji kemampuan dan kreativitas para mahasiswa. Hal ini terlihat jelas dari semangat Ahmad Yahya yang berusaha mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya dalam proyek nyata. Dengan melalui kompetisi, mahasiswa dapat berkolaborasi dan mengasah keterampilan praktis di lapangan.
Selain itu, kompetisi semacam ini juga mendorong pertukaran ide dan inovasi antar peserta, yang bisa memperluas wawasan dalam industri konstruksi. Ahmad sendiri mengaku banyak belajar dari peserta lain, serta bagaimana mendemonstrasikan konsep rumah hemat material dengan cara yang inovatif.
Ajang terkenal seperti ini juga memiliki dampak positif dalam memfasilitasi kesempatan kerja bagi mahasiswa setelah lulus. Pengalaman yang didapat dari kompetisi menjadi nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja, dan memberikan keunggulan kompetitif di mata para pemberi kerja.
Keterampilan yang Diperlukan untuk Sukses di Kompetisi
Untuk mencapai kesuksesan dalam kompetisi konstruksi, terdapat beberapa keterampilan yang sebaiknya dimiliki. Di antaranya adalah kemampuan dalam perencanaan proyek, penguasaan teknik konstruksi, dan kreativitas dalam menyelesai berbagai masalah teknis. Ahmad menunjukkan bahwa semua ini dapat dioptimalkan melalui serangkaian pelatihan dan pengalaman praktis.
Kemampuan manajemen waktu juga sangat penting, terutama mengingat banyaknya jadwal perkuliahan dan tantangan latihan. Ahmad berhasil menggunakan pendekatan yang terencana agar dapat membagi waktu secara efisien antara studi dan persiapan kompetisi.
Pengoptimalkan penggunaan teknologi terkini dalam konstruksi juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan. Menggunakan perangkat lunak untuk merancang dan menganalisis proyek memberikan keuntungan lebih dalam menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan akurat.
Pentingnya Dukungan Institusi Pendidikan dalam Prestasi Mahasiswa
Dukungan dari institusi pendidikan sangat berpengaruh dalam pencapaian mahasiswa di tingkat nasional. Fakultas Teknik Unizar, dengan fasilitas dan dosen yang berkualitas, menjadi pendorong utama bagi masing-masing mahasiswa untuk mengejar prestasi. Ahmad juga mengapresiasi kontribusi yang diberikan oleh pihak kampus.
Program pelatihan dan workshop terkait dunia industri sangat membantu mahasiswa untuk membekali diri dengan keterampilan yang relevan. Dengan dukungan dari fakultas, mahasiswa tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik nyata yang bisa diaplikasikan di lapangan.
Di samping itu, kolaborasi antara mahasiswa dan alumni juga dapat memberikan dampak positif. Pengalaman alumni di bidang konstruksi bisa menjadi sumber inspirasi dan bimbingan bagi mahasiswa baru dalam menyiapkan diri menghadapi dunia kerja.






















