www.tempoaktual.id – Dinas Pendidikan Kota Mataram telah menetapkan jadwal libur sekolah untuk momen Natal dan Tahun Baru 2025, yang mengikuti kalender pendidikan resmi. Liburan ini dimulai dari tanggal 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, memberikan kesempatan bagi siswa untuk beristirahat dan merayakan momen penting tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin, menjelaskan bahwa liburan tersebut sesuai dengan ketetapan yang berlaku di daerah. Setelah ujian akhir semester berlangsung pada pertengahan Desember, siswa akan memasuki periode liburan sebelum memulai semester genap pada Januari 2026.
Pihak sekolah menegaskan bahwa jumlah hari libur sebanyak dua minggu sama dengan libur semester ganjil sebelumnya. Ini menjadi waktu yang tepat bagi siswa untuk mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengajak semua siswa untuk memanfaatkan liburan ini dengan aktivitas yang mendukung perkembangan mereka. ‘Libur adalah waktu yang ideal untuk beristirahat dan melakukan kegiatan yang positif,’ ujarnya menekankan pentingnya pengisian waktu liburan dengan hal-hal bermanfaat.
Yusuf juga menegaskan bahwa liburan seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dari rutinitas belajar di sekolah. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk menggunakan waktu ini dengan baik, menjadikan momen libur sebagai sarana untuk penyegaran diri setelah perjalanan belajar yang panjang.
Meski begitu, ia juga mengingatkan orang tua untuk melakukan pengawasan selama anak-anak mereka berlibur. Dengan adanya dukungan dari orang tua, diharapkan siswa dapat terlibat dalam kegiatan positif yang meningkatkan kreativitas mereka.
Yusuf mengatakan, ‘Sekolah sudah selesai prosesnya, saatnya bagi anak untuk beristirahat dan melanjutkan proses belajar di rumah.’ Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendampingi siswa selama masa liburan.
Pihak Kemendikdasmen juga telah menerbitkan Surat Edaran berkaitan dengan kegiatan siswa selama liburan panjang ini. Surat ini bertujuan sebagai panduan bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan pihak sekolah, agar liburan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pentingnya Kegiatan Positif Selama Libur Sekolah
Surat Edaran itu menegaskan agar sekolah tidak memberikan tugas rumah yang memberatkan selama libur, dengan harapan siswa tetap dapat bersenang-senang. Jika tugas wajib diberikan, sebaiknya disarankan untuk yang bersifat sederhana dan menyenangkan.
Melalui kebijakan ini, diharapkan siswa mampu meredakan stres akibat beban belajar dan menikmati waktu bersama keluarga. Momen liburan juga menjadi sarana yang tepat bagi siswa untuk berinteraksi sosial dan membangun ikatan dengan orang-orang terdekat.
Kepala Dinas Pendidikan mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang mendidik, seperti membaca buku atau berpartisipasi dalam kegiatan seni. Dengan aktivitas seperti ini, anak-anak akan lebih terlibat dalam proses belajar tanpa merasa tertekan.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengingatkan pentingnya penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang keselamatan. Pendidikan tentang kesiapsiagaan bencana seharusnya menjadi bagian integral dari kurikulum, terutama di daerah rawan bencana.
Informasi dan edukasi mengenai bencana sangat diperlukan agar siswa lebih siap dan tahu tindakan apa yang harus diambil dalam situasi darurat. Ini juga merupakan langkah penting untuk membangun ketahanan masyarakat di masa mendatang.
Harapan dari Dinas Pendidikan Kota Mataram untuk Siswa dan Orang Tua
Dinas Pendidikan berharap agar orang tua terus mendukung anak-anak mereka dalam mengeksplorasi minat dan bakat saat liburan. Pembantu dalam pengembangan aspek kognitif dan sosial sangat penting untuk masa depan mereka.
Mari manfaatkan waktu libur dengan melakukan aktivitas yang dapat memperkaya pengalaman anak, seperti berwisata edukatif atau mengikuti workshop. Kegiatan semacam ini akan mendukung pembelajaran anak secara lebih menyeluruh tanpa stress dalam menghadapi tugas akademis yang berat.
Yusuf menambahkan harapan agar setiap siswa dapat menjadikan liburan sebagai ajang untuk mengeksplorasi berbagai hal baru. Momen ini seharusnya tidak hanya diisi dengan istirahat, tetapi juga dengan belajar hal-hal baru yang sangat berarti.
Liburan juga bisa menjadi kesempatan bagi siswa untuk berlatih keterampilan baru, baik dalam olahraga maupun seni. Dengan demikian, mereka akan menemukan bakat dan potensi yang terpendam selama ini.
Menjaga keseimbangan antara belajar dan bermain sangat penting untuk perkembangan holistik siswa. Mari dukung mereka agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berkualitas.






















