www.tempoaktual.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, baru-baru ini memberikan penghargaan kepada para pedagang yang menggunakan sistem pembayaran QRIS di Pasar Dasan Agung, Kota Mataram. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mendukung digitalisasi transaksi di wilayah tersebut.
Penghargaan ini tidak hanya ditujukan kepada para pedagang lokal, tetapi juga mencakup merchant QRIS Prime yang ada di NTB dan Surabaya. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat adopsi ekosistem transaksi digital di kalangan masyarakat setempat.
Pemberian apresiasi berlangsung di hadapan para pedagang dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal didampingi oleh para petinggi Bank NTB Syariah dan juga keluarganya.
Penghargaan untuk Merchant QRIS di Pasar Tradisional
Dalam acara tersebut, Gubernur Iqbal mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pedagang yang telah berpartisipasi dalam penggunaan teknologi QRIS Bank NTB Syariah. Ia menilai bahwa penggunaan sistem pembayaran ini di pasar tradisional menunjukkan bahwa transformasi digital kini tidak hanya terbatas pada kota besar.
“Kami menghargai semua pedagang di Pasar Dasan Agung yang telah beradaptasi dengan teknologi ini. Kehadiran QRIS sangat membantu mempercepat transaksi dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” ucapnya dengan penuh semangat.
Saat berbincang dengan para pedagang, Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Dengan perubahan pola pembiayaan, bank diharapkan bisa lebih berorientasi pada sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Transformasi Digital di Sektor Keuangan
Gubernur Iqbal turut mengungkapkan bahwa Bank NTB Syariah telah berupaya melakukan perbaikan dalam sistem pembiayaan. Transformasi ini bertujuan untuk mengalihkan fokus dari kredit konsumtif ke pembiayaan yang lebih mendukung UMKM, serta meningkatkan akses bagi para pedagang pasar.
“Sebelumnya, 90 persen pembiayaan diarahkan untuk konsumsi pegawai negeri. Kini kami meningkatkannya melalui dukungan untuk pedagang pasar dan UMKM,” jelasnya. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberdayakan masyarakat.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan layanan yang diberikan oleh Bank NTB Syariah, termasuk teknologi QRIS yang mempermudah transaksi harian mereka.
Menjawab Tantangan Penerapan QRIS di Pasar Tradisional
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menjelaskan bahwa digitalisasi di Pasar Dasan Agung bertujuan untuk membawa teknologi keuangan lebih dekat kepada masyarakat. Proses ini, menurutnya, memberikan peningkatan signifikan dalam transaksi menggunakan QRIS.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam penerapan QRIS adalah kebutuhan modal kerja bagi pedagang yang sering kali harus cepat berputar. Namun, pihak bank merasa sudah siap dalam menghadapi tantangan ini.
“Sistem QRIS yang kami tawarkan memungkinkan dana langsung masuk ke rekening pedagang, sehingga mereka dapat menarik uang tunai saat diperlukan. Hal ini tentunya membantu mengatasi kendala yang ada,” papar Nazaruddin dengan optimis.
Ekspansi dan Edukasi tentang QRIS di NTB
Saat ini sudah terdapat 129 merchant aktif di Pasar Dasan Agung yang menggunakan QRIS Bank NTB Syariah. Pihaknya merencanakan untuk melakukan ekspansi ke beberapa pasar lain, khususnya di Kota Mataram dalam waktu dekat.
“Kami akan menyasar empat hingga lima pasar lainnya, seperti Pasar Pagutan dan Pasar Bertais. Semoga semua target ini bisa tercapai tahun ini,” ucapnya penuh harap.
Nazaruddin mengakui bahwa edukasi tentang penggunaan QRIS memerlukan waktu, terutama bagi pedagang yang belum familiar dengan layanan digital. Namun, dengan pendampingan yang intensif, mereka kini semakin memahami teknologi dan merasa lebih percaya diri.






















