www.tempoaktual.id – Pembicaraan mengenai pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) di NTB semakin menghangat seiring dengan wacana Gubernur Lalu Muhammad Iqbal yang berencana mengangkat Sekda dari luar daerah. Hal ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Komisi I DPRD NTB yang mengawasi urusan pemerintahan terkait proses tersebut.
Ketua Komisi I, Mohammad Akri, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan asal-usul calon Sekda. Yang lebih penting adalah kemampuan dan kualitas kandidat dalam menjalankan tugasnya serta mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mengelola pemerintahan.
Akri menambahkan bahwa seleksi untuk posisi ini telah dibuka dan merupakan wewenang gubernur. Dia menginginkan seleksi ini dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan akademis dan pengalaman birokrasi setiap kandidat.
Proses Seleksi Sekda Berdasarkan Kualitas Bukan Daerah
Menurut Akri, esensi dari seleksi Sekda terletak pada kemampuan manajerial dan kualitas kandidat, bukan pada tempat asal mereka. “Meritokrasi adalah hal utama dalam dunia birokrasi,” ujarnya saat memberikan penjelasan.
Akri juga menilai bahwa penempatan pejabat dari luar daerah tidak seharusnya menimbulkan kecemburuan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di NTB. Sebaliknya, sistem open bidding mencerminkan transparansi dan profesionalisme dalam pengisian jabatan penting.
Ia menambahkan, “Kontes terbuka ini bukan hanya soal asal, tapi siapa yang terbaik untuk daerah.” Menurutnya, semua pihak harus melihat manfaat jangka panjang dari keputusan tersebut.
Perspektif Gubernur Tentang Kriteria Calon Sekda
Sementara itu, Gubernur Iqbal juga memberikan pendapatnya mengenai calon Sekda yang diharapkan. Ia menyebutkan bahwa posisi ini memiliki peranan strategis dalam mengelola birokrasi pemerintahan dan memastikan efektivitas tata kelola.
Iqbal tidak memberikan rincian khusus tentang kriteria, tetapi menegaskan pentingnya pemimpin yang bisa menjalankan fungsi tersebut dengan baik. Ia percaya proses seleksi akan menunjukkan siapa yang terbaik.
“Kami mendorong semua pejabat yang memenuhi persyaratan untuk ikut mendaftar. Seleksi ini adalah kesempatan bagi semua untuk menunjukkan kemampuan mereka,” jelasnya optimis.
Harapan dan Tantangan dalam Seleksi Sekda
Peluang untuk memasukkan pejabat dari luar juga menjadi faktor yang dipertimbangkan. Iqbal mencatat bahwa hasil dari seleksi ini bisa jadi akan memberikan opsi dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami berharap proses ini dapat menarik kandidat terbaik,” katanya.
Secara administratif, sebagian besar pejabat eselon II di Pemprov NTB memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi. Namun, proses pemilihan ini diharapkan dapat menyaring kandidat sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Ia menyatakan bahwa proses ini tidak hanya sekedar mengisi jabatan, tetapi merupakan langkah penting dalam revitalisasi birokrasi yang lebih baik. Harapannya adalah perbaikan pada tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan efektif.






















