www.tempoaktual.id – Proses seleksi untuk jabatan strategis dalam pemerintahan selalu menarik perhatian publik. Baru-baru ini, sepuluh calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB menjalani serangkaian tes dan asesmen di Gedung Assessment Center, Badan Kepegawaian Negara. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 24 Desember 2025 dan menjadi langkah krusial dalam menentukan siapa yang akan memimpin birokrasi di tingkat provinsi.
Setiap tahapan dalam proses seleksi dirancang dengan seksama untuk memastikan setiap calon memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang dibutuhkan. Hasil dari asesmen dan tes ini akan diakumulasi dengan hasil dari rangkaian tes lainnya, sehingga hasil akhirnya menjadi acuan yang komprehensif bagi Tim Panitia Seleksi.
Calon Sekda NTB tidak hanya harus memenuhi syarat administratif, tetapi juga terlatih dan berpengalaman dalam berbagai aspek kepemimpinan. Pengujian dilakukan dalam beberapa dimensi, termasuk kesehatan, kejiwaan, dan integritas, sehingga semua aspek dicover untuk menemukan pemimpin yang ideal.
Pentingnya Proses Seleksi yang Profesional dan Transparan
Proses seleksi yang transparan menjadi salah satu pilar utama dalam pencarian pemimpin publik yang efektif dan kredibel. Menurut Plt. Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Herman, seleksi ini merupakan upaya untuk mewujudkan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) yang objektif. Hal ini penting untuk menjaga kualitas kepemimpinan dalam birokrasi.
Keberlanjutan dari sistem seleksi ini didasarkan pada prinsip objektivitas dan integritas, memastikan bahwa setiap kandidat berkesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka secara keseluruhan. Dengan adanya mekanisme yang sudah terstruktur, diharapkan proses ini mampu menjamin bahwa pejabat terpilih benar-benar memenuhi kualifikasi yang diharapkan.
Transparency dalam proses seleksi diharapkan dapat mengurangi potensi korupsi dan nepotisme yang sering kali menjadi isu dalam pengisian jabatan publik. Melalui asesmen yang ketat, diharapakan setiap orang yang terpilih untuk mengisi jabatan penting ini adalah orang yang memang layak dan mampu membawa perubahan positif.
Rangkaian Tes yang Diterapkan dalam Proses Seleksi
Tidak hanya sekadar seleksi yang berbasis kompetensi, proses ini juga melibatkan berbagai metode penilaian, seperti analisis kasus, Leaderless Group Discussion (LGD), dan wawancara kompetensi. Dengan menggunakan metode yang beragam ini, penilaian menjadi lebih komprehensif dan mendalam.
Salah satu fokus utama adalah menguji tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan kemampuan keputusan calon Sekda. Asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKN, Supranawa Yusuf, menekankan bahwa evaluasi ini harus mampu menggambarkan dengan jelas profil kompetensi setiap kandidat.
Yusuf juga menyatakan bahwa penting bagi setiap kandidat untuk tampil autentik selama proses seleksi ini. Ketulusan dalam menunjukkan pemikiran dan gaya kepemimpinan menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat penilaian terhadap calon. Hasil dari asesmen ini diharapkan bisa menjadi cermin nyata dari kapasitas calon dalam memimpin.
Profil dan Kualitas Calon Sekda NTB yang Beragam
Ketua Tim Panitia Seleksi, Prof. Riduan Mas’ud, mengungkapkan bahwa sepuluh nama yang mendaftar telah melewati tahap administrasi dan siap untuk mengikuti proses selanjutnya. Rata-rata dari mereka adalah pejabat yang telah berpengalaman di lingkungan pemerintahan NTB, yang tentu saja menjadi nilai lebih dalam meraih jabatan ini.
Nama-nama yang terlibat dalam seleksi antara lain Najamuddin Amy, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian, dan Ahsanul Khalik sebagai Staff Ahli Bidang Sosial Masyarakat. Kehadiran pejabat internal di proses seleksi ini diharapkan bisa memperkuat kinerja birokrasi di NTB ke depannya.
Beberapa nama lain seperti Wirawan Ahmad, Kepala Dispora NTB, serta Yusron Hadi, Kepala Diskominfotik NTB, juga ikut berkompetisi. Mereka semua dibekali pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk menghadapi tantangan yang ada dalam jabatan Sekda.






















