www.tempoaktual.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sedang melakukan langkah strategis untuk mengatasi masalah stunting yang kian meresahkan. Melalui program inovatif bernama Lempot Stunting, pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak tetapi juga berusaha meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga yang terdampak. Dengan memberikan bantuan berupa ternak ayam petelur, program ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pendapatan mereka.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa implementasi program ini telah dimulai tahun lalu meskipun dalam skala terbatas. Tahun ini, pemerintah berencana untuk memperluas jangkauan program ini, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang memerlukan dukungan ekonomi dan nutrisi. “Kami ingin memastikan bahwa lebih banyak anak stunting di daerah ini mendapatkan perhatian yang seharusnya,” tambahnya.
Program Lempot Stunting akan difokuskan pada desa-desa yang masuk dalam kategori zona merah stunting, dengan sekitar 40 desa teridentifikasi sebagai wilayah yang paling membutuhkan intervensi. Dengan pendekatan yang terfokus, diharapkan penanganan masalah stunting dapat lebih efektif, meskipun diakui bahwa tidak semua keluarga akan terjangkau akibat keterbatasan anggaran daerah.
Inisiatif Pemkab dalam Penanganan Stunting di Lombok Tengah
Dalam konteks penanganan stunting, Pemkab Lombok Tengah menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menurunkan angka stunting seefektif mungkin. Saat ini, tercatat sekitar 8.000 keluarga memiliki anak yang berisiko mengalami stunting atau yang sudah mengalami stunting. Kakak Nursiah menjelaskan bahwa mereka adalah sasaran utama dari program Lempot Stunting.
“Meskipun anggaran daerah terbatas, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melibatkan stakeholder lain agar cakupan program semakin luas,” ujarnya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lebih banyak keluarga dapat terlibat dan merasakan manfaat dari program yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi anak.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan bantuan ternak, tetapi juga termasuk pelatihan dalam perawatan hewan dan pengelolaan usaha. Dengan cara ini, diharapkan penerima manfaat dapat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan usaha ternak mereka dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pola Kerja Program Lempot Stunting dan Dampaknya
Implementasi program Lempot Stunting dilakukan dengan memberikan bantuan ternak ayam petelur dalam jumlah tertentu kepada keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini mencakup pakan hingga ayam bisa mulai bertelur. Dengan cara ini, keluarga diharapkan dapat memberikan nutrisi yang lebih baik untuk anak-anak mereka.
Nutisi yang diperoleh dari telur sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, program ini juga memiliki potensi untuk mendukung ekonomi keluarga. Telur yang dihasilkan dapat dikonsumsi sendiri atau dijual, memberikan dua manfaat penting secara bersamaan.
Selain menjadi sumber protein bagi anak-anak, telur dari ternak ini juga dapat membantu meringankan beban keuangan keluarga. “Kami berharap usaha ternak ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi keluarga, tetapi juga dapat membantu komunitas secara keseluruhan,” kata Nursiah.
Harapan dan Komitmen Jangka Panjang terhadap Pengentasan Stunting
Pemkab Lombok Tengah berkomitmen untuk terus mencari solusi inovatif dalam menanggulangi masalah stunting. Saat ini, angka stunting di wilayah ini telah berada di bawah persentase rata-rata nasional, yakni 9,8 persen, tetapi pencegahan lebih lanjut tetap menjadi prioritas. Nursiah mengungkapkan harapannya agar program-program yang ada dapat terus dikembangkan dan diperluas.
Dengan komitmen ini, Pemkab tidak hanya mengedepankan program Lempot Stunting, tetapi juga berusaha untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi keluarga-keluarga yang berpotensi mengalami stunting. Berbagai kegiatan sosial dan pendidikan diharapkan dapat menyertai program ini, sehingga dampak positifnya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.
Melalui inisiatif ini, diharapkan ke depannya jumlah kasus stunting dapat terus menurun, dan keluarga-keluarga di Lombok Tengah dapat lebih mandiri dalam memenuhi nutrisi dan kebutuhan ekonomi mereka. “Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan kerjasama, kita bisa mengatasi masalah ini,” tutupnya.






















