www.tempoaktual.id – NTB berpotensi menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, dan kepastian status ini menjadi sangat penting. Momen ini tidak hanya akan menonjolkan prestasi olahraga, tetapi juga berpotensi mendongkrak ekonomi daerah secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Ketua Umum Kickboxing NTB, Junaidi Kasum, menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan pusat dalam memastikan status NTB sebagai tuan rumah. Keterlambatan dalam penetapan status ini dapat menghambat berbagai persiapan yang diperlukan, baik dari segi teknik maupun nonteknik.
Sejak saat ini, berbagai persiapan seharusnya sudah dimulai untuk menyambut event olahraga berskala besar yang melibatkan seluruh provinsi di Indonesia. Tanpa adanya surat keputusan yang jelas, keraguan akan dampak PON terhadap persiapan sarana dan prasarana menjadi semakin nyata, menciptakan ketidakpastian di kalangan penggiat olahraga.
Pentingnya Penetapan Tuan Rumah bagi NTB di PON 2028
Junaidi menyebutkan bahwa komunikasi proaktif antara Gubernur, KONI NTB, dan KONI Pusat sangat diperlukan. Hal ini agar semua pihak dapat bersinergi dalam memastikan NTB mendapat dukungan yang cukup untuk menjadi tuan rumah.
Tanpa adanya kepastian dari surat keputusan tersebut, proyek pembangunan venue juga akan terhambat. Beberapa venue utama, terutama untuk cabang olahraga seperti sepak bola dan atletik, memerlukan waktu serta dana yang cukup besar untuk disiapkan.
PON bukanlah sekadar ajang olahraga, melainkan juga menjadi ajang untuk menunjukkan kesiapan preferensi daerah. Jika NTB tidak memulai persiapan karena belum ada kepastian, risiko kehilangan peluang akan semakin besar, terutama setelah kerja keras yang dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan status ini.
Dampak Ekonomi PON bagi NTB dan Masyarakatnya
Pada saat PON diselenggarakan, NTB akan menerima tamu dari berbagai daerah di Indonesia. Ini akan menciptakan arus ekonomi yang besar, mulai dari sektor transportasi hingga perhotelan. Perputaran uang yang dihasilkan bisa mencapai miliaran rupiah setiap harinya.
Terlebih lagi, dengan adanya ikon-ikon pariwisata yang dimiliki seperti Mandalika dan Gunung Rinjani, kedatangan peserta akan lebih dari sekadar bertanding. Mereka juga akan menjelajahi keindahan alam dan budaya yang ditawarkan oleh daerah ini.
Seluruh sektor UMKM juga akan merasakan dampak signifikan dari gelaran PON. Masyarakat lokal berpeluang untuk memenuhi kebutuhan para tamu, yang juga berarti peningkatan pendapatan bagi mereka.
Risiko Jika Status Tuan Rumah PON 2028 Tidak Dipastikan
Tentunya, ada risiko besar jika NTB dianggap tidak siap dan PON dialihkan ke provinsi lain. Hal ini akan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan dan membuat masyarakat merugi akibat hilangnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara besar ini.
Junaidi menilai bahwa perjuangan untuk mendapatkan status tuan rumah tidak mudah dan harus dijaga dengan baik. Usaha sebelumnya yang telah dilakukan oleh para pemimpin daerah harus dioptimalkan agar tidak sia-sia dan terus berjalan hingga sukses.
Apabila status tuan rumah berhasil dipertahankan, maka harapan masyarakat akan terwujud dalam bentuk pertumbuhan ekonomi yang merata di berbagai daerah di NTB. Kegagalan dalam hal ini bukan hanya kerugian individual, melainkan kerugian kolektif bagi seluruh masyarakat.
Langkah-Langkah yang Perlu Ditempuh untuk Memastikan Kepastian PON 2028
Oleh karena itu, langkah-langkah nyata perlu diambil oleh pemerintah daerah. Komunikasi aktif dengan Kemenpora dan pihak-pihak terkait menjadi sangat krusial agar NTB dapat dipastikan sebagai tuan rumah.
Junaidi dalam hal ini mendorong Gubernur NTB untuk segera memastikan status PON 2028. Kepastian tersebut bisa menjadi kunci penting dalam mempersiapkan infrastruktur dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyukseskan acara.
Sejak sekarang, semua pihak harus siap berkolaborasi dan bergerak cepat untuk menyikapi keadaan yang ada. Di tengah harapan besar ini, keadaan perekonomian dan olahraga NTB di masa mendatang selama PON akan sangat bergantung pada usaha kita saat ini. Momen ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi pembangunan NTB.






















