www.tempoaktual.id – Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, menunjukkan dukungannya terhadap langkah Inspektorat NTB yang sedang mengaudit sejumlah proyek pokok-pokok pikiran (Pokir) yang seharusnya sudah selesai pada tahun anggaran 2025. Meskipun proyek tersebut belum tuntas dan dilanjutkan hingga tahun 2026, Isvie meyakini audit ini penting untuk transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
Menghadapi proyek-proyek yang mencapai nilai sekitar Rp30 miliar, Isvie mengaku belum mendapatkan informasi yang cukup dan akan mengikuti kesimpulan dari hasil audit yang dilakukan oleh Inspektorat. Dia menyatakan bahwa audit diperlukan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur dan aturan yang ada.
Ketua DPRD menegaskan bahwa pihaknya menganggap audit dari Inspektorat sebagai langkah positif. Ia berharap hasil audit bisa memberikan gambaran yang jelas dan membantu dalam pengambilan keputusan ke depan.
Dukungan Penuh Terhadap Audit Proyek oleh Inspektorat
Isvie menegaskan bahwa tidak ada keberatan dari pihaknya atas audit yang dilakukan. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa tindakan ini seharusnya didukung sepenuhnya untuk menegakkan kebenaran. “Kita ikuti saja, saya percaya audit ini penting banget,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD NTB, Yek Agil, juga menyampaikan pendapat serupa. Ia menekankan bahwa setiap temuan audit harus ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tindakan ini akan memastikan bahwa semua permasalahan yang muncul di lapangan bisa secara efektif diatasi.
Yek Agil menuturkan bahwa tugas pimpinan DPRD adalah untuk memastikan setiap hasil audit ditindaklanjuti. Hal ini bukan hanya untuk mematuhi aturan, tetapi juga untuk memberikan kepercayaan kepada publik bahwa anggota dewan berkomitmen pada transparansi dan akuntabilitas.
Menurutnya, langkah audit ini sangat penting sebagai bahan evaluasi bagi DPRD. Ia berharap hasil dari audit ini bisa dijadikan panduan untuk perbaikan di masa depan jika terdapat masalah yang teridentifikasi di lapangan.
Tantangan Proyek yang Belum Terselesaikan Hingga 2026
Isu proyek-proyek yang belum dikerjakan hingga Januari 2026 menjadi sorotan. Yek Agil menegaskan bahwa DPRD NTB akan menunggu laporan resmi dari Inspektorat. “Nanti kita lihat laporan resminya untuk tindak lanjut,” ungkapnya.
Apabila hasil audit menunjukkan adanya masalah, pihaknya akan bertindak sesuai dengan aturan yang ada untuk memperbaiki situasi tersebut. Keputusan yang diambil harus berdasarkan bukti dan hasil yang valid untuk menjamin keadilan dalam penyelesaian proyek.
Yek Agil juga mengingatkan akan pentingnya menyelesaikan semua proyek yang merupakan aspirasi masyarakat. Dia percaya bahwa dengan penyelesaian yang cepat, masalah kebutuhan masyarakat bisa diatasi dan akan berdampak positif pada pembangunan wilayah secara keseluruhan.
Sementara itu, Yek Agil mengakui bahwa ada sejumlah kendala teknis yang dialami di lapangan, termasuk faktor cuaca. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini seharusnya tidak dijadikan alasan untuk keterlambatan. Keterlambatan proyek harus bisa dipertanggungjawabkan dengan mekanisme yang ada.
Komitmen Anggota DPRD Untuk Memastikan Realisasi Proyek
Sikap optimis perlu dipertahankan di tengah tantangan yang ada. Yek Agil berharap agar semua proyek Pokir dapat segera dikerjakan dengan baik, karena ada tanggung jawab publik yang harus dipenuhi. Dia menyatakan bahwa setiap proyek memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk di dalam proyek-proyek yang dikerjakan. Isvie dan Yek Agil sepakat bahwa kesuksesan dari berbagai proyek ini akan sangat bergantung pada keterlibatan aktif anggota DPRD dalam melakukan pengawasan.
Pimpinan DPRD juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses penyelesaian proyek. Semua upaya harus diarahkan untuk memastikan kepentingan masyarakat terlayani dengan baik dan keputusan yang diambil selalu berbasis data dan fakta.
Dalam menghadapi tantangan yang ada, Yek Agil menekankan pentingnya strategi dan langkah konkret. Hal ini tidak hanya akan mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap aspek pengawasan dan akuntabilitas dapat terjaga dengan baik.






















