www.tempoaktual.id – Dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan studi tiru ke Surabaya. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, yang berharap bisa mengadopsi praktik terbaik dari kota tersebut.
Rombongan terdiri dari pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bappeda, dan Dinas Perumahan Permukiman KSB, bertujuan untuk menggali informasi terkait pengelolaan sampah yang efektif. Keberhasilan Pemkot Surabaya menjadi motivasi kuat bagi rombongan untuk meningkatkan sistem yang ada di daerahnya.
Surabaya dikenal sebagai kota yang berhasil mengelola sampah dan membangun ruang terbuka hijau yang nyaman. Rombongan berkeyakinan bahwa pengalaman dari Surabaya dapat menjadi acuan untuk mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi Sumbawa Barat.
Pentingnya Studi Tiru dalam Pengelolaan Sampah
Studi tiru menjadi salah satu langkah strategis untuk mengambil inspirasi dari keberhasilan daerah lain. Dalam konteks ini, Surabaya menjadi contoh yang ideal karena telah berhasil mengatasi masalah pengelolaan sampah dengan berbagai inovasi.
Wakil Bupati Hj. Hanipah menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot Surabaya karena bersedia berbagi pengalaman. Hal ini menunjukkan semangat kolaboratif dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di masing-masing daerah.
KSB saat ini menghadapi beberapa tantangan dalam pengelolaan sampah, terutama terkait kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang masih terbatas. Oleh karena itu, pembelajaran dari Surabaya sangat berharga bagi mereka untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik.
Inovasi Pemkot Surabaya dalam Mengatasi Sampah
Pemkot Surabaya telah melaksanakan berbagai program inovatif untuk menangani masalah sampah. Salah satunya adalah pelibatan masyarakat melalui kader lingkungan yang berperan aktif dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal.
Pembentukan bank sampah yang terintegrasi secara digital menjadi solusi cerdas untuk mengurangi volume sampah. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.
Dari informasi yang diperoleh, pemanfaatan teknologi untuk mengolah sampah menjadi energi listrik terbukti efektif. Program tersebut membuka peluang baru untuk menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Penataan Ruang Terbuka Hijau di Surabaya
Salah satu fokus lain dari studi tiru adalah penataan ruang terbuka hijau. Taman kota di Surabaya menunjukkan bagaimana estetika dan fungsi dapat menyatu dengan baik. Hal ini memberikan inspirasi bagi rombongan KSB untuk mengembangkan kawasan Kemutar Telu Center (KTC) di Taliwang.
Keindahan taman kota tersebut menjadi acuan bagi KSB untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga menarik untuk masyarakat. Dengan memanfaatkan pendekatan yang diambil Surabaya, KSB berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Rombongan menilai bahwa hasil dari studi tiru ini perlu diterapkan dengan serius agar dampaknya terasa di Sumbawa Barat. Penataan ruang terbuka hijau yang baik dapat membawa banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk meningkatkan kualitas hidup.
Komitmen untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih di Sumbawa Barat
Dari hasil studi tiru, komitmen untuk mewujudkan lingkungan bersih menjadi kian kuat. Wabup menegaskan bahwa tindak lanjut dari studi ini akan sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Upaya pengelolaan sampah yang lebih baik tentunya akan membawa perubahan positif bagi komunitas.
Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah juga menjadi salah satu fokus utama. Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka.
KSB bertekad untuk tidak hanya belajar dari keberhasilan Surabaya, tetapi juga berinovasi agar bisa menerapkan solusi yang tepat untuk tantangan lokal. Keberlanjutan lingkungan adalah tujuan akhir yang harus diupayakan bersama.






















