www.tempoaktual.id – MTs Negeri 2 Mataram baru saja meluncurkan empat buku antologi cerpen yang dihasilkan oleh siswa dan guru, pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Program Gerakan Literasi Sukses (Gelis), yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di lingkungan madrasah.
Tiga dari empat buku yang diluncurkan merupakan hasil karya siswa yang penuh semangat. Buku pertama berjudul “Jejak Imajinasi Anak Bintang” mencakup 32 judul cerpen yang ditulis oleh siswa kelas VIII A.
Buku kedua, yang berjudul “Sebelah Sayap Itu”, adalah karya siswa kelas VIII B dengan enam belas judul cerpen. Sedangkan buku ketiga, “Berjejak Di Antara Mimpi dan Nyata”, ditulis oleh siswa kelas VIII C, dan memuat dua puluh judul cerpen yang menarik.
Keberhasilan Siswa dalam Menciptakan Karya Sastra
Karya-karya yang dipublikasikan dalam ketiga buku ini merupakan hasil dari proses kreatif yang telah dimulai sejak tahun ajaran sebelumnya. Kini, para penulis tersebut telah duduk di bangku kelas IX dan siap untuk menunjukkan hasil karyanya kepada masyarakat luas.
Selain karya siswa, guru-guru di madrasah ini juga berkontribusi dengan merilis buku berjudul “Ketika Ramadhan Tiba”. Buku ini ditulis oleh Khustaniah, S.Pd., seorang guru Bahasa Indonesia, bersama dengan tujuh guru lain dalam komunitas yang dikenal sebagai Guru Lombok Menulis.
Semangat berkarya ini mencerminkan budaya literasi yang semakin berkembang di MTsN 2 Mataram dan menjadi inspirasi bagi siapa saja yang terlibat. Para siswa tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga diajarkan bagaimana menciptakan karya yang dapat dinikmati oleh orang lain.
Apresiasi dari Pihak Berwenang atas Inisiatif Literasi
Pada acara peluncuran buku, hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun, S.Ag., M.Hi., yang memberikan dukungan serta apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga melibatkan proses menciptakan dan berbagi pengetahuan.
Hamdi menyatakan, “Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menumbuhkan rasa cinta baca di kalangan pelajar. Literasi adalah investasi untuk masa depan.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi yang literat.
Dengan dukungan dari pihak berwenang, semangat untuk berkarya di kalangan siswa dan guru diharapkan dapat semakin meningkat. Ini adalah momentum yang tepat untuk mendorong lebih banyak individu agar terlibat aktif dalam dunia literasi.
Komitmen MTsN 2 Mataram dalam Membangun Budaya Literasi
Kepala MTsN 2 Mataram, Sumber Hadi, menjelaskan bahwa keberhasilan peluncuran buku ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif antara guru, siswa, dan pihak madrasah. “Keberhasilan ini tidak dapat diraih tanpa dukungan dari semua pihak. Kami ingin literasi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di MTsN 2 Mataram,” ujar Sumber Hadi.
Dia melanjutkan bahwa institusi ini berkomitmen untuk menjadikan literasi sebagai kultur yang tumbuh dan berkembang. “Dengan demikian, siswa tidak hanya terampil dalam akademik, tetapi juga kreatif serta produktif dalam menciptakan karya,” jelasnya.
Keberadaan empat buku ini menjadi bukti nyata dari komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi literasi di kalangan siswa dan guru. Ini merupakan langkah awal yang baik untuk menciptakan masyarakat yang lebih paham dan peduli terhadap pentingnya menulis dan berbagi pengetahuan.






















