www.tempoaktual.id – Banjir yang melanda kawasan Universitas Mataram merupakan dampak dari meluapnya aliran Sungai Ancar pada Minggu, 6 Juli 2025. Kejadian ini memperlihatkan betapa rentannya infrastruktur di sekitar kampus terhadap bencana alam, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu kegiatan akademis, tetapi juga mengungkap kelemahan dalam pengelolaan sampah dan tata ruang. Semua pihak kini berupaya untuk mengatasi masalah ini agar tidak terulang di masa depan.
Wakil Rektor II Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd, menegaskan pentingnya respons cepat dalam menangani banjir. Ia menyatakan bahwa pihak universitas telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan.
Upaya Penanganan Banjir yang Ditempuh Universitas Mataram
Seluruh tim dari Universitas Mataram bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram untuk membersihkan area yang terdampak banjir. Mereka berfokus pada pengangkutan sampah dan lumpur yang menghalangi aliran sungai dan menyebabkan banjir.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan lingkungan kampus kembali bersih dan aman bagi mahasiswa serta staf. Langkah-langkah ini diambil guna meminimalisir dampak lanjutan dari banjir yang terjadi.
Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., berbicara mengenai perlunya solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa. Salah satu langkah penting yang direncanakan adalah pembangunan tanggul di sepanjang aliran Sungai Ancar.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Lingkungan
Penyebab utama dari banjir yang terjadi dikaitkan dengan menumpuknya sampah di jembatan depan kampus. Reaktor menekankan bahwa masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Dia juga menyerukan agar tidak ada lagi pembangunan permukiman yang terlalu dekat dengan badan sungai. Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar lingkungan dapat terjaga dari kerusakan yang lebih parah.
Rektor mengingatkan juga terkait pendangkalan sungai yang berdampak pada kapasitas aliran. Oleh karena itu, perlu ada tindakan ke depan untuk mempertahankan daya tampung sungai agar bisa menerima curah hujan yang tinggi.
Langkah-Langkah Mitigasi Banjir yang Harus Dilakukan
Dalam rangka mengatasi masalah banjir di masa mendatang, Universitas Mataram berencana melakukan kampanye reboisasi. Upaya ini berfokus pada penanaman kembali vegetasi di area kritis guna mencegah terjadinya banjir.
Pendidikan lingkungan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sungai juga menjadi bagian dari program kerja mereka. Melalui edukasi, mereka berharap masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan.
“Kita perlu mendorong masyarakat untuk berperan dalam pelestarian lingkungan,” tambah Rektor. Pelibatan masyarakat dalam program lingkungan akan sangat menentukan keberhasilan upaya ini ke depan.






















