www.tempoaktual.id – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar) baru-baru ini merayakan pencapaian luar biasa dengan menggelar acara Sumpah Dokter Periode ke-49. Pada momen bersejarah tersebut, 40 dokter baru resmi mengikrarkan sumpah profesinya dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar dan Rektor Unizar, serta para pejabat lainnya. Hadir pula perwakilan dari berbagai institusi kesehatan, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan IDI, yang menunjukkan dukungan terhadap generasi baru profesional kesehatan.
Dalam sambutannya, dr. Dimas Agung Okoputra, S.Ked., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini, yang tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia berharap FK Unizar dapat terus tumbuh dan menjadi institusi yang berpengaruh di region Indonesia Timur.
Pentingnya Sumpah Dokter dalam Pendidikan Kesehatan
Sumpah dokter merupakan ritual sakral yang menandai transformasi mahasiswa kedokteran menjadi profesional kesehatan. Dalam tradisi kedokteran, sumpah ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi janji bagi dokter untuk mengabdikan diri secara penuh kepada masyarakat.
Dari berbagai perspektif, pengucapan sumpah ini menjadi simbol dari tanggung jawab moral dan etika yang harus dipenuhi oleh setiap dokter. Hal ini menjadi paduan antara keterampilan medis dan nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi dalam praktik kedokteran.
Dalam konteks pendidikan, pentingnya pengucapan sumpah dokter juga menekankan kualitas kurikulum yang diajarkan. Tidak hanya pengetahuan medis, tetapi juga aspek etika dan humanisme menjadi bagian integral dari pendidikan kedokteran yang holistik.
Prestasi dan Komitmen FK Unizar dalam Pendidikan Kedokteran
FK Unizar telah meluluskan lebih dari 760 dokter yang siap bersaing di tingkat nasional. Dekan FK Unizar, Prof. Rosdiana Natzir, Ph.D., menyebut bahwa lulusan FK Unizar telah melalui berbagai ujian untuk memastikan kualitas mereka.
Tantangan untuk menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten tetapi juga berintegritas menjadi fokus utama FK Unizar. Dengan adanya sistem seleksi yang ketat dan dukungan dari berbagai instansi, fakultas ini berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan yang ditawarkan.
Pentingnya juga dicatat mengenai kebijakan baru dari Kemendikbud yang mempengaruhi penerimaan mahasiswa baru, membuka peluang bagi FK Unizar untuk menambah jumlah mahasiswa dengan kualitas yang tinggi. Ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan ketat di sektor pendidikan kedokteran.
Tantangan dan Harapan di Dunia Kesehatan
Di balik keberhasilan ini, dunia kesehatan masih menghadapi tantangan besar, seperti kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam penguatan sistem layanan kesehatan primer.
Menurut dr. Dewa Gede Benny Raharja Prabawa, M.Biomed., Sp.M., sumpah dokter harus menjadi titik awal pengabdian. Para dokter baru dituntut untuk terus belajar sambil menjaga kesehatan mental dan fisik mereka di tengah kompleksitas tantangan pelayanan kesehatan.
Penting bagi setiap dokter untuk menjalankan tanggung jawab mereka dengan istiqamah dan penuh dedikasi. Hal ini tidak hanya akan membantu mereka dalam karier, tetapi juga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.






















