www.tempoaktual.id – Warga di Lingkungan Gontoran Barat, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria lanjut usia yang diketahui berinisial R, berusia 85 tahun. Jenazah tersebut ditemukan dalam keadaan membusuk di sebuah lahan kosong pada tanggal 13 Februari 2026, dan membawa pertanyaan mengenai penyebab kematiannya.
Kepala Polsek Sandubaya, AKP Niko Herdianto, mengonfirmasi penemuan tersebut dan menyatakan bahwa mayat pertama kali ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi. Saat penemuan, korban berada dalam posisi duduk bersandar di tembok dengan kepala menghadap ke atas.
Mengetahui keadaan tubuh korban yang membengkak, polisi mulai melakukan penelusuran untuk memahami lebih lanjut mengenai peristiwa yang terjadi. Hasil awal menunjukkan bahwa pria tersebut merupakan warga yang sudah beberapa hari hilang dari rumahnya.
Proses Penemuan yang Mengejutkan dan Menyentuh
Dipastikan bahwa R meninggalkan rumahnya pada malam hari, tepatnya pada tanggal 10 Februari 2026, sekitar pukul 19.00 Wita. Sejak saat itu, ia tidak pernah kembali, dan anaknya yang khawatir segera mencari keberadaan ayahnya.
Setelah beberapa hari pencarian, anak korban mendengar informasi tentang penemuan mayat di lahan kosong. Dengan perasaan cemas dan khawatir, ia langsung mendatangi lokasi untuk memastikan apakah jenazah yang ditemukan adalah ayahnya.
Rasa haru dan kesedihan mengalir saat anak korban memastikan bahwa jenazah itu adalah R. Kejadian ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang telah kehilangan sosok yang mereka cintai.
Penyelidikan yang Sedang Berlangsung
Usai mengidentifikasi identitas jenazah, pihak kepolisian mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi tidak hanya mengumpulkan barang bukti, tetapi juga meminta keterangan dari keluarga serta saksi-saksi di sekitar lokasi penemuan.
AKP Niko menjelaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mencari tahu lebih banyak tentang kondisi dan situasi yang mengelilingi kematian R. Proses autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram diharapkan memberikan petunjuk penting.
Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap fakta-fakta terkait kematian R, dan semua informasi yang diperoleh dari penyelidikan akan sangat berharga. Hasil autopsi pun diharapkan segera keluar untuk menentukan penyebab kematian yang sebenarnya.
Reaksi Masyarakat dan Dampaknya
Berita mengenai penemuan jenazah R membuat warga sekitar terkejut dan berduka. Mereka menunjukkan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan, serta berdoa agar mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.
Selain itu, kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya memperhatikan orang-orang lansia di sekitar kita. Melihat tanda-tanda hilangnya seorang anggota keluarga, seharusnya membuat kita lebih waspada dan sigap dalam mencari tahu keberadaan mereka.
Harapan masyarakat kini tertuju pada pihak kepolisian agar segera memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian R. Ketidakpastian ini tidak hanya membuat keluarga merasa khawatir, tetapi juga menciptakan rasa cemas di kalangan warga lainnya.






















