www.tempoaktual.id – Mataram menjadi salah satu pusat perhatian dalam pengembangan literasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Penguatan ini didorong oleh upaya dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H., yang sangat menekankan pentingnya literasi informasi. Dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, ia memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas literasi masyarakat setempat.
Kegiatan Bimtek ini, yang ditandai sebagai acara pamungkas di tahun 2025, diadakan dengan dukungan dana dari Perpustakaan Nasional RI. Ke depan, Ashari berharap program serupa akan kembali dilaksanakan di tahun 2026, sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di NTB.
Literasi informasi sendiri bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman dan pemilihan informasi yang bermanfaat bagi kemajuan individu dan masyarakat. Dalam hal ini, Ashari menegaskan pentingnya pembentukan Bunda Literasi di tingkat kabupaten, kota, hingga desa, guna mendidik generasi muda dan warga setempat.
Peran pustakawan dalam proses ini tidak bisa diabaikan. Mereka berfungsi sebagai jembatan informasi yang membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan pemerintah. “Pustakawan harus diperkuat, karena mereka adalah garda terdepan dalam mentransfer pengetahuan,” tuturnya. Momen Bimtek ini pun menjadi wadah bagi pustakawan untuk berkolaborasi dan berbagi best practices.
Pentingnya Literasi Informasi dalam Masyarakat Modern
Peningkatan literasi informasi sangatlah penting di era digital saat ini. Masyarakat dituntut untuk mampu menavigasi arus informasi yang begitu cepat dan beragam. Dalam situasi ini, literasi informasi menjadi alat untuk memilah informasi yang kredibel dan berguna.
Saat ini, banyak informasi yang beredar di internet, tetapi tidak semua dapat dipercaya. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan cara menghadapi dan memahami sumber-sumber informasi dengan bijak. Dengan literasi informasi yang baik, masyarakat akan lebih cerdas dalam mencerna berita dan isu-isu yang berkembang.
Selain itu, literasi juga berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dengan kemampuan ini, siswa dan mahasiswa bisa lebih mudah mengakses bahan ajar yang relevan dan berkualitas. Angka kelulusan dan pencapaian akademis pun diharapkan dapat meningkat seiring dengan tingginya literasi informasi di kalangan pelajar.
Organisasi dan lembaga pendidikan juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung program literasi informasi. Melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan literasi bisa memberikan dampak yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membangun rasa bersosialisasi di antara anggota komunitas.
Implementasi Strategi Literasi di NTB
Dalam kontek implementasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB memiliki rencana untuk menyebarluaskan literasi di berbagai tingkatan. Rencana ini mencakup pengembangan program literasi yang beragam dengan fokus pada isu-isu lokal. Isu-isu seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi akan menjadi bagian penting dari program-program tersebut.
Pustakawan diharapkan mampu menghadirkan literasi yang relevant dengan kebutuhan masyarakat. Mereka harus proaktif dalam menyiapkan bahan bacaan, terutama yang berkaitan dengan isu-isu kekinian. Dengan cara ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dari data yang ada, saat ini terdapat sekitar 400 pustakawan di NTB. Jumlah ini diakui masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Oleh karena itu, peningkatan jumlah dan kualitas pustakawan menjadi salah satu prioritas yang harus segera ditangani.
Untuk menjawab tantangan ini, pihak Dinas bersama dengan Perpustakaan Nasional sudah mulai mengembangkan konsep perpustakaan inklusi sosial. Konsep ini menggabungkan fungsi edukatif dan rekreatif, di mana masyarakat bisa belajar sambil bersosialisasi.
Harapan untuk Masa Depan Literasi di NTB
Menatap ke depan, Ashari berharap dukungan dari pemerintah daerah sangat penting dalam pengembangan literasi. Perhatian dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada penguatan pustakawan dan kegiatan literasi diharapkan bisa terwujud. Ini merupakan langkah awal untuk membangun masyarakat NTB yang cerdas dan berdaya saing.
Kegiatan seperti Bimtek ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan pustakawan dalam menghadapi tantangan literasi di era digital. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ini, masyarakat diharapkan bisa lebih sejahtera.
Dalam eksplorasi ke depannya, Ashari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Hanya dengan kerjasama yang solid, aspirasi untuk memiliki masyarakat yang melek informasi dan literasi dapat terwujud.
Dengan latar belakang ini, harapan akan terciptanya perpustakaan yang tidak hanya sebagai tempat penyimpan buku, tetapi juga sebagai tempat diskusi, edukasi, dan interaksi sosial semakin kuat. Ini adalah cita-cita untuk menciptakan ruang literasi yang menyenangkan dan produktif bagi masyarakat di NTB.






















