www.tempoaktual.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan bahwa banyak investor asing yang menunjukkan ketertarikan terhadap konsep NTB Capital. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru ini difokuskan dalam sektor investasi, dan mereka berharap dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang selama ini menghambat investasi, seperti masalah sosial dan rumitnya proses perizinan.
Dari informasi yang dipaparkan, setidaknya terdapat empat investor dari negara-negara maju yang berminat untuk berinvestasi melalui NTB Capital. Investor tersebut berasal dari Australia, Singapura, Jepang, dan Korea. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB.
Dalam pertemuan dengan para duta besar asing, Gubernur Iqbal menyampaikan harapannya agar mereka dapat berinvestasi di daerahnya. Beberapa investor dari Australia, Jepang, dan Korea menyatakan antusiasme mereka. Menurut Iqbal, dua hal utama yang menjadi kendala bagi investor selama ini adalah masalah sosial dan kompleksitas perizinan.
Pentingnya NTB Capital dalam Pengembangan Investasi di NTB
NTB Capital dirancang untuk menjadi jalur strategis bagi masuknya investasi ke wilayah Nusa Tenggara Barat. Dalam konsep ini, syarat investasi diwajibkan untuk ramah lingkungan serta sosial. Hal ini penting agar investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan rencananya, BUMD non keuangan ini tidak berfokus pada pengelolaan bisnis secara langsung. Sebaliknya, mereka akan memberikan keleluasaan kepada anak perusahaan untuk bergerak. Misalnya, perusahaan seperti PT GNE yang akan mengurus aspek bisnis tertentu.
NTB Capital diharapkan dapat menjadi holding company yang mengelola berbagai anak perusahaan, termasuk PT Bank NTB Syariah yang akan berfungsi sebagai lembaga keuangan. Fokus pada pengelolaan bahan konstruksi dan manajemen aset, diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Inovasi dalam Pengelolaan Aset dan Manajemen Investasi
Di bawah NTB Capital, akan ada upaya untuk mengimplementasikan manajemen aset yang lebih baik. Semua aset yang selama ini tidak terurus akan dialokasikan kepada anak perusahaan NTB Capital yang bertanggung jawab untuk mengelolanya secara profesional. Ini akan memastikan bahwa pengelolaan aset dilakukan secara efisien dan efektif.
Pihak pemerintah daerah akan berupaya untuk mencari individu yang memiliki keahlian di bidang manajemen aset guna menangani hal ini. Tujuannya adalah meningkatkan nilai aset yang ada dan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia.
Dengan demikian, fokus utama dari pembentukan NTB Capital bukan hanya untuk mencari keuntungan finansial. Melainkan, lebih kepada menciptakan sistem bisnis yang kondusif dan saling menguntungkan di dalam NTB, di mana bisnis dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Peran NTB Capital dalam Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
NTB Capital diharapkan dapat mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan, diharapkan investasi yang masuk tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas.
Salah satu fokus utama dari NTB Capital adalah untuk menyediakan sarana bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Melalui modal ventura yang akan disediakan, diharapkan dapat memberikan dukungan kepada pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing mereka.
Di samping itu, NTB Capital juga berencana untuk berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung hilirisasi produk lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang baru dan memfasilitasi serta mempromosikan produk unggulan dari NTB ke pasar yang lebih luas.






















