www.tempoaktual.id – Gunung Rinjani, yang terletak di Pulau Lombok, merupakan salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia. Namun, keindahan alamnya disertai dengan tantangan yang cukup berat bagi para pendaki.
Pada 17 Juli 2025, sebuah insiden terjadi saat seorang pendaki wanita berkebangsaan Belanda mengalami kecelakaan. Kejadian ini memicu tindakan cepat dari tim penyelamat yang berusaha memberikan bantuan.
Kronologi Kejadian Pendaki Wanita yang Terjatuh
Kantor SAR Mataram mendapatkan laporan mengenai insiden tersebut pada pukul 14.00 Wita. Pendaki yang diketahui dengan inisial SVTH ini terjatuh di jalur antara Pelawangan Sembalun dan Danau Segara Anak, yang merupakan salah satu rute populer.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian dengan membawa berbagai peralatan mendaki dan medis yang diperlukan. Dalam waktu singkat, mereka berangkat menuju Gunung Rinjani untuk melakukan evakuasi.
Keberadaan tim SAR yang terlatih menjadi krusial dalam situasi tersebut. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan mendaki, tetapi juga kemampuan medis yang diperlukan untuk menangani korban.
Proses Evakuasi oleh Tim SAR dan Helikopter
Setelah sampai di lokasi, tim penyelamat bekerja cepat untuk menilai kondisi SVTH. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan pentingnya penanganan segera dalam situasi seperti ini.
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter yang berhasil mendarat di tempat kejadian. Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan korban dan tim penyelamat.
Pada pukul 16.52 Wita, helikopter meninggalkan Gunung Rinjani dengan membawa SVTH dan seorang pendamping menuju Rumah Sakit BIMC Kuta di Denpasar, Bali.
Pentingnya Keselamatan dan Persiapan saat Mendaki
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam kegiatan pendakian. Para pendaki harus selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum memulai perjalanan, termasuk memahami kondisi jalur yang akan dilalui.
Pelatihan dan pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat dianjurkan bagi semua pendaki. Dengan kemampuan ini, mereka bisa lebih siap menghadapi situasi darurat saat mendaki.
Selain itu, penting untuk selalu membawa peralatan yang memadai dan berkualitas. Hal ini bisa menjadi penentu antara keselamatan dan kecelakaan saat berada di pegunungan yang tidak terduga.






















