www.tempoaktual.id – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di beberapa kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi berbagai tantangan teknis. Beberapa sekolah mengalami masalah yang disebabkan oleh pemadaman listrik yang terjadi di daerah tersebut, yang mengganggu jalannya tes.
Koordinator Teknis TKA dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Lalu Aksa Suhendra, menyatakan bahwa secara keseluruhan, pelaksanaan TKA telah berjalan dengan baik. Namun, ia juga mengakui adanya beberapa kendala klasik yang perlu diperhatikan untuk ke depannya.
“Sejauh ini, alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar, walaupun ada kendala pemadaman jaringan listrik di beberapa wilayah,” ujarnya, merujuk pada informasi yang diterima dari tim teknis di lapangan. Dua wilayah yang dihadapi masalah ini adalah Lombok bagian Selatan dan sekitarnya, serta Sekotong dan Kabupaten Bima.
Kendala pemadaman listrik bukan satu-satunya masalah yang dihadapi. Di Kabupaten Sumbawa, terdapat kritis terkait koneksi internet yang buruk, yang dapat mengganggu kelancaran ujian. “Ada satu titik di Pulau Moyo yang mengalami masalah koneksi yang tidak stabil,” tambah Aksa.
Selain tantangan teknis, beberapa pengawas juga absen karena sakit. Ini turut menyulitkan proses ujian, karena kehadiran pengawas sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keadilan selama pelaksanaan TKA. “Beberapa peserta juga mengeluhkan kondisi kesehatan mereka di tengah pelaksanaan ujian,” tuturnya.
Aksa menekankan bahwa kendala yang terjadi adalah hal biasa dalam pelaksanaan ujian yang bergantung pada akses internet. Namun, meskipun ada banyak tantangan, pihaknya sudah menyiapkan rencana cadangan. Peserta yang tidak dapat mengikuti TKA pada gelombang pertama dan kedua akan dialihkan ke gelombang susulan yang dijadwalkan pada 17-20 November 2025.
“Bagi peserta yang gagal mengikuti ujian pada hari dan sesi utama, mereka akan dipindahkan ke gelombang susulan,” tegas Aksa, mengakhiri penjelasannya. Tindakan ini diharapkan dapat memberi kesempatan bagi setiap peserta untuk mengikuti ujian secara adil.
Kendala yang Dihadapi selama Pelaksanaan Ujian di NTB
Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan ujian seperti TKA di NTB menghadapi beragam kendala. Salah satu masalah utama adalah pemadaman listrik yang sering terjadi di beberapa wilayah. Hal ini bisa mengakibatkan kebingungan di kalangan siswa dan pengawas.
Masalah koneksi internet juga menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan. Beberapa daerah, terutama yang terpencil, mengalami gangguan jaringan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan ujian secara keseluruhan. Kasus Pulau Moyo yang memiliki koneksi tidak stabil adalah contoh nyata dari situasi ini.
Di samping itu, absennya pengawas yang seharusnya menjaga kelancaran ujian bisa menjadi sumber permasalahan tambahan. Dengan beberapa pengawas yang mengalami sakit, proses pengawasan ujian menjadi tidak optimal, yang berpotensi memengaruhi keadilan bagi peserta.
Menghadapi dilema ini, Lalu Aksa Suhendra menegaskan pentingnya evaluasi saat pelaksanaan ujian berikutnya. Di samping hardware dan software, faktor manusia seperti kehadiran pengawas juga harus diperhitungkan. Upaya untuk memperbaiki situasi ini menjadi tantangan bagi semua pihak yang terlibat.
Strategi Pemecahan Masalah untuk Ujian Mendatang
Dalam upaya meminimalkan kendala yang terjadi, perencanaan yang matang sangat diperlukan. Diskusi dan evaluasi setelah pelaksanaan ujian adalah langkah awal yang penting untuk memperbaiki situasi yang ada. Ini termasuk memperhatikan infrastruktur listrik dan jaringan di daerah-daerah yang sering mengalami masalah.
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus berkolaborasi dengan penyedia layanan internet untuk meningkatkan kualitas jaringan. Identifikasi daerah-daerah dengan masalah koneksi yang sering terjadi agar bisa diarahkan dengan baik menjadi langkah konkrit yang bisa dilakukan ke depan.
Di samping aspek teknis, pelatihan bagi para pengawas juga perlu dilakukan. Dengan meningkatkan kapasitas mereka, diharapkan kehadiran dan kinerja pengawas pada saat ujian dapat berjalan lebih baik. Pengawasan yang efektif akan menjamin keamanan dan keadilan bagi semua peserta.
Selanjutnya, penyampaian informasi kepada siswa dan orang tua mengenai pelaksanaan ujian juga harus lebih baik. Dengan informasi yang jelas dan tepat waktu, diharapkan peserta bisa lebih siap menghadapi ujian meskipun dengan segala kendala yang ada.
Pentingnya Evaluasi dan Umpan Balik Setelah Ujian
Setelah pelaksanaan ujian, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek yang terlibat. Proses ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga untuk menemukan solusi yang tepat. Melibatkan semua stakeholder dalam evaluasi akan memperkaya perspektif yang ada.
Pemberian umpan balik kepada siswa juga menjadi elemen penting. Dengan memberi informasi tentang hasil dan pengalaman mereka selama ujian, siswa bisa memahami di mana mereka perlu meningkatkan diri. Ini tidak hanya berlaku untuk mereka yang berhasil, tetapi juga bagi yang tidak lolos.
Dengan menganalisis hasil ujian secara keseluruhan, Dinas Pendidikan dapat mengambil langkah-langkah perbaikan untuk ujian mendatang. Data yang dikumpulkan selama TKA akan menjadi referensi berharga pada saat perencanaan ujian di masa mendatang.
Jadi, meskipun pelaksanaan TKA di NTB menghadapi berbagai kendala, sinergi antara teknologi, manusia, dan proses yang baik adalah kunci untuk mencapai keberhasilan. Manfaat dari setiap ujian tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar yang dihadapi setiap peserta.






















