www.tempoaktual.id – Universitas Terbuka (UT) Mataram baru-baru ini menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Program Kegiatan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) selama dua hari, yaitu pada 14 dan 15 Februari 2026. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada sistem pembelajaran yang diterapkan di UT Mataram yang memiliki keunikan dibandingkan dengan universitas konvensional lainnya.
Direktur UT Mataram, Heriyanto, menjelaskan pentingnya pengenalan ini untuk membantu mahasiswa baru memahami mekanisme belajar di UT. Seiring dengan bertambahnya mahasiswa baru, kebutuhan akan informasi yang jelas mengenai sistem pembelajaran menjadi semakin mendesak.
Pada sesi OSMB, mahasiswa dikenalkan dengan visi dan misi UT Mataram serta gambaran umum tentang kampus. Selanjutnya, informasi teknis tentang pembelajaran disampaikan dalam PKBJJ, di mana mahasiswa mendapatkan gambaran lebih mendetail mengenai kegiatan akademik di UT.
“Setiap kegiatan inti yang ada di UT Mataram akan diperdalam dalam PKBJJ,” ungkap Heriyanto menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi mahasiswa baru.
Pentingnya Pengenalan Sistem Pembelajaran di UT Mataram
Heriyanto menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami bagaimana UT Mataram berbeda dari universitas lain. Salah satu perbedaan utama adalah fleksibilitas dalam proses belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk mengatur waktu mereka sendiri.
Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai sistem dan perangkat yang mereka butuhkan untuk pembelajaran. Dengan teknologi yang tersedia, mahasiswa bisa mengikuti kuliah dari mana saja dan kapan saja, tanpa terikat oleh batasan fisik.
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran menciptakan suasana belajar yang inovatif dan adaptif. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diberikan kemampuan praktis untuk belajar secara mandiri.
Prinsip Terbuka dan Mandiri di UT Mataram
UT Mataram menjunjung prinsip terbuka yang memungkinkan semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang, untuk mengakses pendidikan. Heriyanto menyatakan bahwa siapapun yang memiliki ijazah SLTA sederajat berhak untuk mendaftar sebagai mahasiswa.
Penerimaan yang inklusif ini merupakan bagian dari visi UT untuk menjangkau masyarakat luas. Tidak hanya mereka yang baru lulus sekolah, lulusan Paket C dan SMA Terbuka juga diterima untuk melanjutkan pendidikan di UT Mataram.
Prinsip mandiri juga ditekankan, di mana mahasiswa diharapkan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab akademik secara jujur dan mandiri. Heriyanto dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada negosiasi terhadap kualitas akademik mahasiswa.
Kemudahan dan Inovasi dalam Proses Pembelajaran di UT Mataram
Salah satu keunikan UT Mataram adalah tidak adanya sistem drop out (DO), yang seringkali menjadi momok bagi mahasiswa. Heriyanto menjelaskan bahwa model pendidikan ini dirancang untuk menghindari tekanan yang mungkin dirasakan mahasiswa yang mungkin gagal dalam studi mereka.
Di UT Mataram, skripsi digantikan oleh karya tulis ilmiah yang lebih fleksibel, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak diharuskan. Hal ini menjadikan UT Mataram sangat menarik bagi mereka yang sudah bekerja tetapi ingin melanjutkan pendidikan.
“Mahasiswa UT Mataram, dalam kesehariannya, sudah mengalami KKN melalui pekerjaan mereka,” lanjut Heriyanto menjelaskan alasan di balik kebijakan ini.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, UT Mataram berharap mampu memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Heriyanto optimis bahwa setiap orang berhak menjadi sarjana tanpa terhambat oleh biaya, jarak, maupun waktu.
Dengan kehadiran sekitar 500 mahasiswa baru pada OSMB dan PKBJJ, UT Mataram menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan penuh semangat, UT Mataram terus berupaya untuk mencerdaskan masyarakat tanpa mengabaikan kualitas pembelajaran yang diberikan.
Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, UT Mataram menjadi pilihan yang sangat baik. Dengan fleksibilitas dan aksesibilitas yang ditawarkan, setiap orang dapat mengejar cita-cita akademis mereka tanpa rasa cemas. UT Mataram berdiri sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan inovasi dan inklusivitas.






















