www.tempoaktual.id – Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) mengadakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang ke-42 untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Acara tersebut berlangsung di Aula Abdurrahim Unizar dan mengusung tema penting, “Mitigasi Bencana sebagai Identitas Ekowisata: Membangun Desa Wisata yang Aman, Hijau, dan Edukatif.”
Kegiatan pembekalan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar terjun ke tengah masyarakat. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk memahami berbagai konsep dasar dan strategi yang diperlukan untuk melaksanakan program KKN-PPM dengan baik, termasuk aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Sebanyak lima narasumber diundang untuk memberikan materi yang terkait dengan tema tersebut. Para narasumber berasal dari berbagai latar belakang keahlian untuk memberikan wawasan yang komprehensif kepada para peserta.
Pembekalan KKN-PPM: Langkah Awal Menuju Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini menandai persiapan penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan langsung di lapangan. Para peserta KKN-PPM diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan ke dalam praktik nyata di desa-desa yang menjadi lokasi KKN.
Mohammad Munir, Perencana Ahli Muda BPBD Kabupaten Lombok Barat, memberikan penjelasan tentang “Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.” Materi ini krusial mengingat banyak daerah di Indonesia, termasuk di NTB, rawan bencana. Mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang hal ini agar dapat mengedukasi masyarakat di lokasi KKN mereka.
Narasumber kedua, Ni Luh Ayu Budiyanti, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, membawakan sesi tentang “Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Barat melalui Promosi Berkelanjutan.” Dalam presentasinya, ia menyoroti pentingnya inovasi dalam pariwisata untuk meningkatkan daya saing desa-desa wisata.
Pentingnya Keberlanjutan dalam Pengembangan Desa Wisata
Dari sesi yang disampaikan, B. Helmi Fitriana, Kepala Bidang Perindustrian dan UKM, membahas tentang peran UMKM dalam pengembangan pariwisata. Dia menekankan bagaimana UMKM harus dilibatkan agar bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi lokal, yang pada gilirannya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata berkelanjutan.
Khairul Aswadi, dari Bagian Penegakan Kode Etik, membagikan panduan tentang etika yang harus dijunjung tinggi oleh mahasiswa KKN. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa adalah representasi dari institusi, dan setiap tindakan mereka harus mencerminkan nilai-nilai yang dipegang oleh Universitas Islam Al-Azhar.
Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa tema KKN-PPM kali ini sangat relevan dengan kondisi Nusa Tenggara Barat yang merupakan kawasan pariwisata sekaligus berisiko terhadap bencana. Dia juga mendorong mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama mereka menjalankan KKN.
KKN sebagai Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Ketua Panitia, dr. Halia Wanadiatri, M.Si., menjelaskan bahwa KKN-PPM Ke-42 akan dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Dasan Griya dan Desa Persiapan Punikan. Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai fakultas siap terlibat dalam program ini untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi langsung dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan kreativitas dan ide-ide segar mereka untuk mendorong perkembangan desa setempat.
Pedoman yang diberikan oleh narasumber-narasumber pengalaman akan sangat berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di lapangan. Mereka diharapkan tidak hanya belajar teoritis, tetapi juga dapat menerapkannya dalam situasi nyata yang dihadapi di masyarakat.
Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang di Lapangan
Dalam sesi interaktif, Ni Luh Ayu Budiyanti menekankan bahwa desa wisata dapat memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, misalnya melalui penciptaan lapangan kerja baru. Interaksi yang dilakukan mahasiswa dengan pengunjung juga akan memperluas jaringan sosial masyarakat sekitar.
Mohammad Munir menyoroti pentingnya manajemen bencana, yang meliputi pencegahan hingga pemulihan pascabencana. Ini menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana lingkungan.
Di akhir acara, mahasiswa diingatkan bahwa mereka tidak hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan kualitas masyarakat. Komitmen untuk menjaga etika dan moral menjadi kunci sukses selama program KKN berlangsung.






















