www.tempoaktual.id – SMAN 1 Gunungsari, bersama Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyelenggarakan kegiatan penting yaitu Pengujian dan Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Kegiatan ini melibatkan 340 siswa dan 40 guru, menunjukkan komitmen sekolah terhadap pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan pendidik dan peserta didik.
Pelaksanaan ujian berlangsung pada hari Jumat, 18 Juli 2025. Meskipun ada beberapa kendala teknis terkait jaringan, pengujian berjalan dengan baik dan efisien. Siswa yang tidak bisa mengikuti ujian pada hari tersebut dijadwalkan untuk ujian ulang keesokan harinya.
Dalam kesempatan ini, sosialisasi UKBI untuk guru juga diadakan bersamaan di ruangan terpisah. Para guru sangat antusias dan menunjukkan keinginan untuk memahami lebih dalam tentang program ini demi meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas.
Pengujian UKBI Sukses di SMAN 1 Gunungsari dengan Partisipasi Tinggi
Program UKBI ini telah dirancang untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Harapannya adalah agar siswa dan guru dapat merasa bangga serta lebih peduli dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Antusiasme guru selama sosialisasi sangat terasa, menunjukkan kesadaran mereka terhadap pentingnya keterampilan berbahasa. Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas pengajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan secara signifikan.
Tim UKBI dari Balai Bahasa Provinsi NTB bertugas untuk memandu dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan ini. Hartanto, selaku koordinator, memastikan bahwa semua peserta menerima pengalaman yang bermanfaat dan edukatif.
Strategi Peningkatan Kemampuan Berbahasa Melalui UKBI
Metode pengujian UKBI memberikan format yang seragam bagi semua peserta. Meskipun soal yang diujikan sama, tingkat kesulitan ditingkatkan secara otomatis bergantung pada kemampuan masing-masing peserta.
“Soal untuk guru dan siswa sama, tetapi bobot soal yang diberikan berbeda. Jika peserta mampu menjawab soal dengan baik, maka soal yang lebih sulit akan diberikan,” ungkap Hartanto dalam penjelasannya. Ini adalah cara yang efektif untuk menyesuaikan tantangan sesuai dengan kemampuan individu.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi di kalangan siswa. Dengan pendekatan yang lebih personal, siswa diharapkan dapat lebih termotivasi untuk belajar bahasa Indonesia secara lebih mendalam.
Dampak Jangka Panjang Program UKBI terhadap Pendidikan
Penerapan program UKBI ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kemampuan akademis. Diharapkan, melalui uji kemahiran ini, siswa dan guru ikut terlibat dalam upaya pelestarian dan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat di lingkungan sehari-hari.
Selanjutnya, dengan adanya kerjasama antara sekolah dan Balai Bahasa, diharapkan dapat ada program-program lanjutan yang lebih menarik. Program tambahan ini bisa mencakup seminar, lokakarya, dan diskusi yang berfokus pada pengembangan keterampilan berbahasa.
Lisensi atas penggunaan bahasa yang baik berarti melatih generasi muda untuk lebih mengenali dan menghargai bahasa sebagai bagian dari identitas budaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan ada penanaman rasa cinta terhadap bahasa Indonesia di kalangan siswa.






















