www.tempoaktual.id – Kinerja keuangan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri mencapai puncaknya pada tahun 2025, menunjukkan pertumbuhan yang sangat mengesankan di berbagai sektor. Pertumbuhan ini tidak hanya menggambarkan perkembangan internal bank, tetapi juga mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap lembaga keuangan ini.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, total aset per akhir 2025 mencapai Rp2,154 triliun, sebuah pencapaian yang signifikan. Dalam waktu yang bersamaan, penyaluran pembiayaan juga mencapai Rp1,899 triliun, menunjukkan kemampuan bank dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Dalam setiap langkah yang diambil, Mustaen menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa pertumbuhan yang dialami oleh Bank Dinar adalah hasil dari upaya kolektif semua pihak. Data terbaru menunjukkan adanya kenaikan yang jelas dalam dana pihak ketiga (DPK), yang kini mencapai Rp1,354 triliun, memperkuat posisi bank dalam sistem perbankan nasional.
Pertumbuhan Yang Mengagumkan dalam Pembiayaan dan Aset
Pertumbuhan pembiayaan Bank Dinar sepanjang 2025 melesat sebesar 56,64 persen, yang jauh melampaui pertumbuhan rata-rata nasional yang hanya sekitar 7 persen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka untuk memanfaatkan produk-produk yang ditawarkan oleh bank syariah ini.
Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga juga terbilang impresif. Dengan peningkatan sebesar Rp273 miliar atau 25,28 persen dari tahun sebelumnya, DPK Bank Dinar menegaskan eksistensinya dalam menggenggam kepercayaan publik. Hal ini mencerminkan tren positif di sektor perbankan syariah yang semakin diminati masyarakat.
Di sisi lain, komposisi pembiayaan Bank Dinar yang sebagian besar didominasi oleh skema potong gaji menunjukkan bahwa nasabah utama berasal dari kalangan ASN dan sebagian pegawai swasta. Pembiayaan ini tidak hanya ditujukan untuk konsumtif, tetapi juga banyak digunakan untuk tujuan usaha.
Pembiayaan Berbasis Gadai dan Kualitas Pembiayaan yang Baik
Bank Dinar menawarkan variasi pembiayaan kepada nasabahnya, termasuk skema berbasis gadai, yang membuat proses pengajuan menjadi lebih mudah dan cepat. Kondisi ini sangat membantu bagi pengusaha kecil yang membutuhkan akses yang cepat untuk dana.
Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) Bank Dinar pun mencerminkan kualitas yang baik dalam pengelolaan pembiayaan. Gross NPF berada di angka 0,28 persen, sedangkan net NPF sebesar 0,25 persen, jauh lebih baik dibandingkan dengan rata-rata perbankan nasional. Ini menandakan bahwa bank mampu menjaga kualitas portofolionya.
Mustaen menegaskan, pertumbuhan yang dialami oleh Bank Dinar bukan semata-mata didasari oleh penyaluran dana dalam jumlah besar kepada perusahaan-perusahaan besar. Melainkan, pertumbuhan ini merupakan buah dari kepercayaan masyarakat yang semakin solid kepada lembaga keuangan ini.
Komitmen Terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat
Bank Dinar juga memperhatikan tanggung jawab sosialnya dengan menyalurkan dana yang cukup signifikan untuk program-program sosial. Pada tahun 2025, bank ini menyisihkan sekitar Rp9 miliar untuk zakat dan program CSR yang disalurkan melalui berbagai lembaga sosial.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Bank Dinar untuk tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Melalui program-program ini, bank berharap dapat berkontribusi secara langsung terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa keuntungannya tidak hanya berputar di kalangan pemilik modal,” tegas Mustaen. Melalui berbagai program sosial dan tanggung jawab yang dijalankan, Bank Dinar berusaha untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara keseluruhan.






















