www.tempoaktual.id – Ketegangan geopolitik yang terus meningkat, ditambah dengan berbagai konflik antarnegara, dapat memengaruhi banyak sektor, termasuk pariwisata. Namun, meski ada tantangan tersebut, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap optimistis bisa mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara yang telah ditetapkan.
Optimisme ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB. Ia menekankan bahwa pariwisata tidak terlepas dari dinamika global, namun ada keyakinan bahwa wisata akan terus menjadi kebutuhan banyak orang di seluruh dunia.
“Pariwisata memang dipengaruhi oleh kondisi dunia yang terus berubah,” ungkapnya. “Namun, pengalaman positif di sektor pariwisata NTB menunjukkan bahwa orang-orang tetap ingin berwisata meskipun ada tantangan sekalipun.”
Geopolitik dan Pengaruhnya Terhadap Pariwisata NTB
Pemerintah Provinsi NTB meyakini bahwa arus wisatawan mancanegara akan tetap terjaga meski ketegangan geopolitik sedang berlangsung. Masyarakat di banyak negara masih memiliki keinginan untuk berlibur dan menikmati keindahan alam serta budaya NTB.
“Tidak semua negara terlibat dalam konflik,” jelasnya. “Banyak negara lain yang warganya ingin mengunjungi NTB, dan kami siap menyambut mereka dengan layanan terbaik.”
Tren pariwisata global kini mengalami pergeseran. Munculnya konsep microm tourism menunjukkan perubahan preferensi wisatawan yang lebih mengutamakan kenyamanan dan keamanan bepergian, disesuaikan dengan kondisi setiap destinasi.
“Micro tourism memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk berlibur dengan aman,” tambahnya. “Kami memperhatikan elemen keamanan dan kenyamanan dalam setiap pengembangan destinasi.”
Strategi Menjaga Kunjungan Wisatawan di Tengah Ketidakpastian
Sampai sekarang, belum ada travel warning dari negara manapun terkait perjalanan ke NTB. Ini menjadi pertanda positif dimana pemerintah daerah mengambil langkah strategis untuk mengalihkan perhatian ke pasar yang tidak terpengaruh konflik.
“Beberapa negara mungkin membuat langkah antisipasi, namun NTB tetap aman dan siap menerima kunjungan dari negara lain,” ujarnya. “Kita perlu memanfaatkan peluang ini dengan baik.”
Lebih lanjut, orientasi pembangunan pariwisata di NTB bukan sekadar jumlah kunjungan, melainkan juga kualitas wisata yang ditawarkan. Ini mencakup keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kualitas pariwisata adalah prioritas kami,” tegasnya. “Kami ingin memastikan pariwisata di NTB mendukung lingkungan dan budaya lokal, serta membawa manfaat bagi masyarakat.”
Target Pariwisata NTB untuk Tahun 2026 dan Setelahnya
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mencanangkan target kunjungan wisatawan yang ambisius sebesar 2,55 juta pengunjung pada tahun 2026. Ini merupakan langkah konkret untuk terus mengembangkan sektor pariwisata NTB.
“Kami masih menantikan data resmi dari BPS mengenai kunjungan tahun 2025,” ujarnya. “Namun dengan optimisme yang ada, kami yakin target tersebut bisa terpenuhi.”
Dengan langkah strategis dan fokus terhadap kualitas, NTB berusaha untuk tidak hanya mencapai target jumlah wisatawan, tetapi juga memastikan pengalaman berkualitas bagi setiap pengunjung.
Ketegangan geopolitik global memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak sektor, namun dengan komitmen dan usaha yang tepat, sektor pariwisata di NTB berpeluang untuk tumbuh dan berkembang meski dalam situasi yang sulit.






















