www.tempoaktual.id – Pendidikan kedokteran yang baik tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang ketat, tetapi juga oleh upaya terus-menerus dalam memperbaharui pengetahuan. Dalam hal ini, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar) menunjukkan komitmen tersebut melalui kegiatan Continuing Medical Education (CME) yang diadakan baru-baru ini.
Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, bertempat di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono Unizar, menjadi ajang penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Dengan tema “Improving Knowledge of Cancer Clinical Management for Patient Quality of Life”, acara ini bertujuan memberikan wawasan baru dalam manajemen klinis kanker.
Acara ini dihadiri berbagai pihak yang relevan dari kalangan medis dan akademis, termasuk pejabat dari fakultas serta organisasi kesehatan lainnya. Kehadiran para tokoh ini menegaskan betapa pentingnya acara ini dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para tenaga kesehatan di bidang onkologi.
Kegiatan CME yang Mendorong Inovasi di Bidang Kesehatan
Kegiatan CME yang dilakukan oleh IKA FK Unizar ini menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam dunia kedokteran Indonesia. Dengan menghadirkan prinsip-prinsip baru dan praktik terbaik dalam manajemen kanker, seminar ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kanker.
Bangunan pengetahuan melalui CME ini sangat penting mengingat semakin meningkatnya kasus kanker setiap tahunnya. Pemahaman yang baik mengenai ilmu kedokteran, termasuk di dalamnya adalah pengelolaan rasa sakit dan kesehatan mental pasien, adalah kunci untuk meningkatkan outcome pengobatan kanker.
Dengan demikian, acara ini tidak hanya menghimpun pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring antar tenaga medis, memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman langsung mengenai kasus yang dihadapi di lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat rasa solidaritas antar tenaga kesehatan.
Narasumber Berkompeten Membawakan Materi Mendalam
CME kali ini menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidangnya. Mereka berbagi wawasan dan teknik terkini dalam mendiagnosis dan merawat pasien kanker, termasuk bagaimana cara efektif dalam menangani rasa sakit yang dialami pasien.
Narasumber pertama, dr. Rohmania Setiarini, M.Sc., Sp.N, membahas pentingnya manajemen rasa sakit dalam proses pengobatan. Dengan penanganan yang tepat, kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan, terutama bagi mereka yang sedang menjalani perawatan jangka panjang.
Selain itu, dr. Made Agus Suanjaya, SpB., Subsp.Onk(K), juga memberikan insight mengenai pendekatan pengambilan keputusan dalam manajemen klinis kanker. Beliau menekankan perlunya pengintegrasian berbagai aspek dalam penanganan kanker untuk mencapai hasil yang optimal.
Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan Melalui Pembelajaran Berkelanjutan
Kesadaran akan pentingnya pendidikan berkelanjutan semakin meningkat di kalangan tenaga medis. Program CME yang diselenggarakan oleh IKA FK Unizar ini merupakan salah satu upaya konkret untuk menjamin profesionalisme dokter. Hal ini sudah menjadi kewajiban etis bagi setiap dokter untuk terus meng-update ilmu pengetahuan yang dimiliki.
Ketua IDI NTB, Dr. dr. Rohadi, juga menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini dalam konteks pendidikan kedokteran. Ia mengatakan bahwa menjaga kualitas pelayanan kesehatan memerlukan pengetahuan yang terus menerus diperbarui. Setiap dokter harus memiliki semangat untuk terus belajar, bukan hanya mengejar angka kredit pendidikan.
Dengan mengikuti seminar seperti ini, dokter dan tenaga kesehatan lainnya dapat terus mengasah keterampilan dan pengetahuan, sehingga layanan medis yang diberikan akan lebih efektif dan efisien. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Peran IKA FK Unizar dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan
Kontribusi IKA FK Unizar dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia patut diapresiasi. Kegiatan seperti CME ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mendukung pengembangan profesionalisme di medio kesehatan. Hal ini penting agar dokter dan tenaga kesehatan lainnya tetap relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran yang cepat.
Ali Wardana, Kepala Bapelkes Mataram dari Kemenkes RI, menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu amanat dari Undang-Undang yang ada. Melalui acara seperti CME, kerjasama antara sekolah kedokteran dan lembaga kesehatan dapat diperkuat demi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia.
FK Unizar telah melahirkan banyak dokter berkualitas, bukan hanya di NTB, tetapi juga di berbagai provinsi lainnya. Upaya terus menerus dari IKA FK Unizar dalam mengadakan kegiatan akademik menunjukkan komitmen mereka terhadap masa depan kesehatan di Indonesia.






















