www.tempoaktual.id – Dalam sebuah langkah yang berfokus pada pemberdayaan pendidikan, PLN meningkatkan akses energi di wilayah terpencil. Melalui program pemasangan pembangkit listrik tenaga surya individu, mereka berupaya untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik yang selama ini menjadi kendala bagi sekolah-sekolah tersebut.
Program ini merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat digitalisasi pendidikan. Hal ini sejalan dengan amanat yang diatur dalam Instruksi Presiden, berfokus pada penyediaan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran modern.
Dengan adanya sistem Surya Power Solusi untuk Negeri (SUPERSUN), setiap sekolah yang menerima dukungan tersebut dapat merasakan manfaat signifikan. Mereka memperoleh berbagai perangkat yang dirancang khusus untuk memberikan suplai energi yang cukup untuk mendukung aktivitas belajar mengajar.
Perangkat yang diberikan terdiri dari panel surya, baterai penyimpanan energi, dan kWh meter. Paket tersebut mampu menyediakan listrik mandiri selama delapan jam setiap harinya, terutama untuk keperluan belajar dan aktivitas di dalam kelas.
Terdapat empat sekolah yang mendapatkan manfaat dari program ini, semuanya terletak di kawasan yang sebelumnya tidak terjangkau listrik. Hal ini menunjukkan komitmen PLN terhadap pemerataan akses pendidikan dan energi di daerah-daerah pelosok.
Mendukung Pendidikan Melalui Akses Energi Bersih
SMPN 8 Lambu, SMPN 10 Satu Atap Lambu, SDN Tongga, dan SDN Tambora merupakan empat sekolah yang menerima bantuan ini. Sebelumnya, masing-masing sekolah menghadapi tantangan dalam menjalankan kegiatan pendidikan tanpa dukungan listrik yang memadai.
Keberadaan sistem SUPERSUN di sekolah-sekolah ini sangat penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Para guru dan siswa kini dapat menggunakan perangkat elektronik yang mendorong digitalisasi dalam pendidikan.
Aktivitas belajar di SMPN 8 dan SMPN 10 Lambu yang memiliki enam ruang belajar akan semakin efektif dengan penerangan yang tersedia. Begitu pula dengan SDN Tongga, yang sebelumnya tidak memiliki instalasi listrik, kini dapat memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal.
Akses yang lebih baik terhadap energi bersih juga memungkinkan pengurangan penggunaan generator set yang selama ini menjadi sumber energi alternatif. Ini adalah langkah penting dalam mendukung transisi energi bersih di kawasan yang belum teraliri listrik.
Tantangan Geografis dalam Pelaksanaan Program
Mobilitas tim PLN dalam menyalurkan bantuan juga menjadi tantangan tersendiri. Jarak yang ditempuh menuju SMPN 8 Lambu misalnya, mencapai 26 km, sementara menuju SMPN 10 Lambu memerlukan waktu sekitar 1 jam 5 menit untuk perjalanan sejauh 35 km.
SDN Tongga berjarak lebih jauh, yaitu 47 km dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit. Di sisi lain, SDN Tambora merupakan lokasi paling terpencil dengan jarak mencapai 138 km, yang bisa memakan waktu hingga 3 jam perjalanan.
Tantangan ini menunjukkan komitmen PLN dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya efisien tetapi juga efektif. Pelayanan yang baik kepada masyarakat di daerah terpencil menjadi fokus utama dalam program ini.
Setiap unit SUPERSUN yang dipasang berkontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon. Dengan penghematan penggunaan solar yang setara dengan 24 liter per hari, program ini meminimalisir dampak lingkungan dari penggunaan energi fosil.
Kompromi antara Energi Bersih dan Pendidikan yang Berkualitas
General Manager PLN UIW NTB menyampaikan pentingnya penyediaan akses energi bersih untuk daerah terpencil. Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar solusi energi, melainkan investasi masa depan untuk anak-anak yang berada di sana.
Energi bersih dari sistem SUPERSUN adalah landasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan sarana yang tersedia, generasi muda memiliki kesempatan lebih baik untuk belajar dalam lingkungan yang mendukung teknologi pendidikan.
PLN juga berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanannya. Penekanan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas di daerah terpencil bukanlah impian yang tidak dapat dicapai.
Seluruh upaya ini bertujuan untuk mendukung pemerataan kelistrikan secara menyeluruh di semua wilayah Nusa Tenggara Barat. Dengan kolaborasi yang kuat antara PLN dan pemerintah, diharapkan semua daerah dapat merasakan manfaat dari akses energi yang lebih baik.
Ke depan, PLN siap untuk menjawab tantangan tersebut dan memastikan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil, mendapatkan akses energi yang layak. Hal ini sangat penting untuk menciptakan mata rantai yang solid dalam pemandu pembangunan pendidikan dan keberlanjutan energi bersih.






















