www.tempoaktual.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa memberikan peringatan kepada masyarakat terkait potensi bencana Hidrometeorologi yang diperkirakan akan berlanjut hingga awal bulan April 2026. Peringatan ini sangat penting mengingat pada saat ini Sumbawa telah memasuki musim penghujan dengan intensitas yang bervariasi.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat perlu memperhatikan informasi dari lembaga terkait dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menimbulkan bencana di wilayah mereka.
Hidayat mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Sumbawa, terutama di bagian utara dan selatan, diprediksi akan mengalami intensitas hujan sedang hingga tinggi. Prediksi puncak musim hujan di wilayah ini diperkirakan terjadi antara Januari hingga Februari, dan kondisi ini perlu disikapi dengan hati-hati.
Pentingnya Kesadaran Terhadap Cuaca dan Bencana Alam
Masyarakat diimbau untuk memantau kondisi cuaca setiap harinya melalui sumber informasi resmi seperti BMKG. Dengan pemantauan yang baik, risiko terjadinya bencana dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat bersiap dengan lebih baik.
BPBD juga menjelaskan bahwa dalam musim penghujan, bencana wakil yang perlu diwaspadai adalah banjir dan tanah longsor. Terutama di area yang rentan seperti daerah kaki gunung dan sepanjang aliran sungai, kewaspadaan sangat diperlukan untuk melindungi keselamatan jiwa.
Waspada terhadap tanda-tanda alam seperti meningkatnya arus sungai atau adanya retakan tanah juga sangat berharga. Masyarakat diharapkan untuk ikuti arahan pihak berwenang dan tidak ragu untuk melapor jika mendapati potensi bahaya yang mengancam.
Prognosis Puncak Musim Hujan di Sumbawa
Puncak musim hujan di Sumbawa diprediksi akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari mendatang. Suasana ini akan menyebabkan peningkatan intensitas hujan yang dapat berlangsung rutin, walau durasi hujannya tidak berkelanjutan.
Wilayah Sumbawa timur dan utara juga diperkirakan memasuki fase puncak musim penghujan yang sama. Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih proaktif dalam mempersiapkan diri terhadap kemungkinan timbulnya bencana.
Durasi musim hujan di Sumbawa rata-rata diperkirakan berkisar antara 140 hingga 160 hari. Intensitas hujan bervariasi dari ringan hingga lebat, sehingga kewaspadaan dan persiapan yang baik sangat dianjurkan selama periode ini.
Mitigasi dan Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Dengan kesadaran akan perubahan cuaca, masyarakat dapat melakukan sejumlah upaya mitigasi. Ini termasuk persiapan peralatan dan bahan pangan yang cukup, serta rencana evakuasi jika diperlukan saat bencana terjadi.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetangga dan keluarga. Hal ini akan sangat membantu dalam berbagi informasi dan merencanakan langkah-langkah yang perlu diambil saat terjadi bencana.
Bekerjasama dengan pihak berwenang dan relawan juga dapat memperkuat kapasitas dalam menghadapi situasi darurat. Melalui kemitraan ini, masyarakat bisa lebih siap dalam mengatasi masalah yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem.






















