www.tempoaktual.id – DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) baru saja mengumumkan struktur kepengurusan terbaru untuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2031. Dalam keputusan ini, H Muzihir kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua DPW, sementara Sitti Ari ditunjuk sebagai Sekretaris.
Muzihir mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima Surat Keputusan (SK) mengenai susunan pengurus DPW PPP NTB. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmennya untuk mengemban tugas sebagai Ketua DPW.
“SK struktur pengurus sudah saya terima. Untuk posisi Sekretaris DPW PPP NTB ditetapkan atas nama Sitti Ari,” kata Muzihir saat berbincang dengan wartawan pekan lalu.
Dengan penunjukan Sitti Ari, Muhammad Akri yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris kini kehilangan posisinya, bahkan dalam SK baru itu Akri tidak memiliki jabatan apa pun. Ini menandakan adanya perubahan signifikan dalam struktur kepengurusan partai yang mungkin berdampak pada dinamika internal.
Muzihir menjelaskan bahwa susunan kepengurusan yang baru ini merupakan hasil dari kerja Tim Formatur yang dibentuk pada Musyawarah Wilayah (Muswil) sebelumnya. Proses ini berjalan di bawah pengawasan ketiga pihak, sehingga diharapkan dapat menghasilkan struktur yang solid dan efektif.
Tim Formatur tersebut terdiri dari lima orang dan diketuai oleh Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono. Selain Muzihir, ada juga Mayuki, Rusli Manawari, dan Subhan yang turut serta dalam proses penyusunan. Kerja tim yang terorganisir ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi partai.
Setelah melalui proses musyawarah yang intens, Muzihir menegaskan bahwa tim formatur sepakat untuk menunjuknya kembali sebagai Ketua DPW PPP NTB. Hasil pembahasan internal ini kemudian disusun dan diajukan kepada DPP PPP untuk mendapatkan pengesahan resmi.
“Tim formatur sudah bekerja dengan baik dan menyepakati susunan kepengurusan. Dengan diterbitkannya SK ini, kami siap menjalankan konsolidasi organisasi untuk mencapai visi dan misi partai,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Akri belum memberikan komentar mengenai perubahan struktur tersebut. Namun, dia pernah menyatakan bahwa Muswil yang dilakukan oleh Muzihir tidak sesuai dengan peraturan partai, sehingga ada sejumlah kontroversi yang mungkin menyertainya.
Peran dan Tanggung Jawab Pengurus DPW PPP NTB yang Baru
Pengurus DPW PPP NTB memiliki peran penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat dan menjalankan program partai. Mereka diharapkan dapat melakukan konsolidasi dengan baik untuk mengoptimalkan fungsi partai di tengah masyarakat.
Dengan adanya perubahan kepemimpinan, tantangan baru juga akan muncul. Pengurus baru perlu bekerja sama dan saling mendukung agar program dan agenda partai dapat terlaksana dengan baik.
Khususnya, selama periode ini, pengurus DPW PPP NTB diharapkan dapat memfokuskan diri pada penguatan basis massa. Ini termasuk menciptakan jaringan dan komunikasi yang efektif di tingkat daerah agar suara rakyat dapat didengar dan diperjuangkan.
Selain itu, meningkatkan keterlibatan kader serta simpatisan dalam aktivitas partai bisa menjadi prioritas utama. Hal ini penting demi meraih dukungan yang lebih luas dari masyarakat dalam menghadapi pemilihan mendatang.
Dinamika Internal Partai dan Tantangan yang Dihadapi
Setiap perubahan kepengurusan membawa dinamika tersendiri yang harus dihadapi dengan bijak. Konflik internal, seperti yang terjadi dengan Muhammad Akri, menunjukkan adanya sebongkah tantangan yang harus dihadapi oleh pengurus baru.
Kritik terhadap proses Musyawarah Wilayah juga harus dicermati dengan serius. Pengurus baru perlu melakukan evaluasi dan menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh pihak termasuk anggota yang merasa terpinggirkan.
Menjalin hubungan yang harmonis antara pengurus pusat dan daerah sangat penting untuk stabilitas partai. Pengurus DPW PPP NTB perlu menjadikan kritik dan saran sebagai masukan berharga untuk memperbaiki diri dan menjalankan tugas dengan lebih baik.
Setiap pengurus harus siap dengan peran dan tanggung jawab yang lebih besar. Hal ini sangat diperlukan agar mereka mampu menjalankan visi misi partai dengan optimal dan bersinergi demi kesejahteraan masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan Partai Persatuan Pembangunan
Kepengurusan baru DPW PPP NTB diharapkan mampu mewujudkan harapan para kader dan simpatisan. Kerja keras dalam menyatukan pandangan dan strategi harus menjadi fokus utama agar bisa mencapai tujuan partai.
Visi jangka pendek dan jangka panjang dari partai perlu jelas dan dapat dilaksanakan. Agar tidak terjadi miss-komunikasi, pengurus disarankan untuk rutin mengadakan pertemuan, baik internal maupun dengan masyarakat.
Dupak dan program kampanye yang terarah perlu digerakkan untuk meningkatkan popularitas dan kepercayaan publik terhadap partai. Dalam jangka panjang, keberhasilan ini akan sangat bergantung pada kemampuan pengurus dalam beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah.
Keberhasilan dalam menjalankan program kerja juga akan menjadi indikator utama. Para pengurus harus saling mendukung, bekerja sama, dan menjalankan strategi yang telah disepakati untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan adanya struktur baru ini, PPP NTB memiliki harapan baru untuk membuktikan kehadiran mereka di medan politik, serta merebut kembali hati masyarakat. Kesatuan dan sinergi menjadi kunci utama untuk menuju kesuksesan di masa yang akan datang.






















