www.tempoaktual.id – KONI NTB sedang mempersiapkan dengan serius pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Selain itu, mereka juga mematok target untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang digelar di wilayah NTB dan NTT.
Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, menyatakan bahwa Porprov kali ini akan memiliki desain yang berbeda dari edisi sebelumnya. Ini terlihat dari jumlah cabang olahraga yang meningkat serta lokasi pelaksanaan yang lebih tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB.
“Pada Porprov kali ini, akan ada hampir 51 cabang olahraga yang dipertandingkan. Selain itu, lokasi pelaksanaan tidak akan terpusat di Kota Mataram seperti tahun lalu, tetapi akan tersebar di sepuluh kabupaten/kota,” jelas Mori pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Strategi penyebaran lokasi ini dikemukakan sebagai langkah untuk memberikan pengalaman kepada setiap daerah. Hal ini bertujuan agar mereka siap menyambut PON 2028 dengan baik.
“Kami memilih daerah seperti Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur karena ada cabang-cabang PON yang akan dipertandingkan di daerah tersebut. Dengan begitu, tuan rumah PON 2028 tidak akan merasa asing dengan persiapan,” tambahnya.
Walaupun persiapan Porprov berjalan, KONI NTB menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan anggaran. Hal ini diperburuk oleh pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Inovasi dan Efisiensi dalam Pelaksanaan Olahraga
Di tengah keterbatasan anggaran, KONI NTB berupaya melakukan efisiensi tanpa mengurangi kualitas acara. Mereka berharap dapat berimprovisasi demi terwujudnya pelaksanaan yang efektif dan bermakna.
“Kita harus mencari cara untuk melakukan efisiensi, sehingga kualitas dari Porprov tidak berkurang,” ungkap Mori. Pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi masalah anggaran yang ada.
Untuk Porprov 2026, Mori menyebutkan bahwa anggaran idealnya minimal Rp15 miliar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah cabang olahraga dan atlet yang lebih banyak daripada sebelumnya.
“Di tahun 2018, dengan 26 cabang olahraga, anggaran telah mencapai Rp10,5 miliar. Kini, dengan cabang yang dua kali lipat, tentunya anggaran yang dibutuhkan akan sangat besar,” tambahnya.
Saat ini, persiapan untuk Porprov telah berada di angka 20 persen. Beberapa langkah telah mulai dilakukan, termasuk pendataan atlet dan persiapan venue kompetisi.
Koordinasi dan Pengembangan Infrastruktur Olahraga
KONI NTB juga meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat guna mendukung pembangunan infrastruktur olahraga. Salah satu fokus utama adalah pembangunan GOR Turide sebagai fasilitas yang sangat diperlukan.
“Tahun 2026, kami berharap DED sudah rampung. Pembangunan bisa dilakukan di akhir tahun yang sama. Nilai proyek ini diperkirakan sekitar Rp700 miliar,” ungkap Mori yang juga merupakan anggota Komisi V DPR RI.
Dalam proses mematangkan rencana ini, Mori menekankan pentingnya dukungan sponsor. Mencari sponsor menjadi langkah strategis agar penyelenggaraan Porprov 2026 dapat berhasil.
“Kami tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Tahun ini, keadaan sudah sulit, sehingga perlu ada dukungan dari sektor swasta,” tegasnya.
Pihaknya bertekad untuk terus mempersiapkan diri meskipun terdapat banyak tantangan. Mereka sangat optimis bahwa dengan kerja keras dan dukungan berbagai pihak, pergelaran Porprov 2026 dapat berlangsung sukses.
Optimisme Menuju PON 2028 dan Perkembangan Selanjutnya
Pon akan menjadi puncak dari semua persiapan yang dilakukan oleh KONI NTB dan daerah-daerah lainnya. Menyambut kesempatan ini, setiap stake holder perlu bekerja sama secara maksimal.
“Kami berharap semua pihak ikut berperan aktif dalam persiapan ini. Termasuk dalam hal tidak hanya atlet, tetapi juga fasilitas dan dukungan moral,” kata Mori.
Sebagai bagian dari strategi panjang, penyebaran lokasi pertandingan di berbagai kabupaten diharapkan memupuk kepercayaan diri daerah untuk menjadi tuan rumah PON 2028.
“Ke depan, kami ingin agar semua daerah merasa terlibat dan bangga menjadi bagian dari perhelatan olahraga besar ini,” jelasnya. Langkah ini menjadi peluang untuk menjadikan NTB lebih dikenal di kancah nasional.
Akhirnya, KONI NTB meyakini bahwa setiap tantangan akan dapat diatasi dengan kerjasama dan semangat juang yang tinggi. Porprov 2026 bukan hanya tujuan, tetapi sebuah langkah awal menuju kesuksesan di PON 2028.






















