www.tempoaktual.id – Kebakaran dahsyat melanda sebuah rumah panggung di Dusun Para Wangga, Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima pada dini hari Minggu, 17 Agustus 2025. Tragedi ini menyebabkan pemilik rumah, Ridwan (45), meninggal dunia dengan kondisi mengerikan ketika ditemukan, sebab seluruh rumahnya hangus terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bima, A. Rifai, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut sangat tragis. Berdasarkan laporan awal, kebakaran ini diduga terjadi akibat hubungan arus pendek listrik yang mengakibatkan api cepat membesar.
“Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp9 juta. Namun, kehilangan nyawa seseorang tentu jauh lebih menyedihkan dan menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Kronologi Kebakaran yang Mengguncang Masyarakat Sekitar
Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 03.30 Wita. Api tiba-tiba muncul dari ruang tengah rumah panggung yang terdiri dari sembilan tiang, milik korban, dan dalam waktu singkat api mulai melahap seluruh bagian rumah yang terbuat dari kayu serta material mudah terbakar lainnya.
Warga setempat yang menyaksikan asal mula kebakaran segera berinisiatif untuk memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Usaha ini patut diberi apresiasi, meskipun upaya mereka menemui kesulitan di tengah kobaran api yang membesar dengan cepat.
Sekitar 20 menit setelah kebakaran dimulai, satu unit mobil tangki dari Kecamatan Wawo akhirnya tiba di lokasi. Tim pemadam kebakaran mengerahkan seluruh tenaga untuk berupaya menjinakkan api yang telah melahap hampir seluruh bangunan.
Penemuan Nyawa yang Hilang di Tengah Tragedi
Meskipun usaha bersama antara petugas dan warga berhasil memadamkan api, sayangnya seluruh rumah dan isinya sudah hangus. Saat warga melakukan pembersihan di sekitar lokasi pada pukul 05.10 Wita, mereka dengan ngeri menemukan jasad Ridwan dalam kondisi hangus.
Penemuan tubuh korban menjadi momen duka mendalam bagi seluruh warga. Babinsa yang bertugas bersama masyarakat segera mengevakuasi jasad Ridwan dan membawanya ke Pusat Kesehatan Masyarakat untuk tujuan tindakan selanjutnya.
Camat Wawo, Syarifuddin, mengungkapkan bahwa pada saat terjadi kebakaran, korban berada di rumah sendirian. Anak dan istrinya tidak sedang berada di lokasi, sehingga korban tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Reaksi Keluarga dan Kondisi Desa Pasca Kebakaran
Di tengah tragedi ini, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. “Mereka sudah menerima kenyataan ini dengan penuh keikhlasan, mungkin karena adanya pemahaman tentang kondisi mental korban,” tambah Syarifuddin.
Dia juga menekankan bahwa saat tim pemadam berhasil menjinakkan api, mereka menemukan korban di bawah tumpukan pakaian yang terbakar. “Hanya tersisa tulang saja,” jelasnya, menambah kesedihan situasi yang ada.
Meskipun perasaan duka masih menyelimuti Desa Raba, situasi di lingkungan tersebut kini terpantau aman dan kondusif. Warga sudah kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari, meskipun dengan suasana hening yang menggambarkan kehilangan.
Pentingnya Kewaspadaan dan Penanganan Kebakaran di Wilayah Rawan
Pemerintah Kabupaten Bima diharapkan segera mengambil langkah untuk memberikan perhatian lebih kepada masyarakat, serta meningkatkan sarana penanggulangan bencana kebakaran. Dasar rekomendasi ini juga datang dari Damkarmat yang menginginkan tanda bahwa Pemkab harus mempertimbangkan pengadaan mobil pemadam kebakaran untuk Kecamatan Wawo.
Selama ini, warga sangat bergantung pada mobil tangki dan sukarela dalam menghadapi situasi serupa, sebuah pendekatan yang terbukti tidak cukup memadai. “Ini penting untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa di kemudian hari,” tegas Rifai.
Musibah ini juga berfungsi sebagai pengingat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap instalasi listrik di rumah, terutama bagi rumah panggung. Dengan mengedukasi dan memperkuat sarana penanggulangan bencana, diharapkan kejadian tragis semacam ini tidak akan terjadi lagi dan menelan korban jiwa di masa mendatang.






















