www.tempoaktual.id – Perubahan yang terjadi dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) di Provinsi NTB membawa dampak signifikan, terutama dalam penggabungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satu hasil dari kebijakan ini adalah pembentukan Dinas Kebudayaan (Disbud) sebagai entitas baru yang berdiri sendiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).
Keberadaan Disbud telah diresmikan untuk lebih mengakomodasi urusan kebudayaan yang selama ini hanya menjadi bagian dari Dikbud. Plt. Kepala Disbud NTB, Ahmad Nur Aulia, yang mengungkapkan proses ini pada 14 Januari 2026, menegaskan pentingnya pengalihan aset seiring dengan penetapan ini.
Proses yang lebih lanjut dalam relokasi aset terkait kebudayaan sedang dilakukan. Menurut Nur Aulia, harmonisasi menjadi kunci, mengingat ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan selama transisi ini.
“Hari ini, relokasi ini sudah dimulai, namun perlu harmonisasi untuk pengalihan aset yang lebih efisien dan tepat,” jelas Nur Aulia. Proses ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar tetapi juga bermanfaat bagi pengembangan kebudayaan di NTB.
Aktivitas operasional di Disbud sudah bisa dimulai, berkat penempatan staf operasional yang telah dilakukan. Selain itu, tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga telah mulai bergabung di Disbud NTB.
“Dalam tiga hari ke depan, kami akan melanjutkan pengalihan tersebut,” tambahnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk segera mengoptimalkan fungsi Dinas Kebudayaan.
Disbud NTB memiliki tanggung jawab membawahi satu bidang utama serta dua UPTD, yaitu Bidang Kesekretariatan, UPTD Taman Budaya NTB, dan UPTD Museum NTB. Struktur organisasi yang baru ini memberikan peluang bagi pengelolaan yang lebih khusus dan fokus terhadap kebudayaan.
Namun, Nur Aulia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam pengisian jabatan struktural. “Kami masih menunggu pelaksanaan pelantikan untuk mengisi jabatan yang kosong,” tuturnya dengan harapan bahwa proses ini dapat segera diselesaikan.
Rencana program Disbud ke depan menjadi salah satu hal yang sangat ditunggu. Nur Aulia berencana mengkaji program-program baru minggu depan, di mana saat ini mereka lebih memusatkan perhatian untuk urusan peralihan personel dan prasarana.
“Minggu depan, kami akan memperbincangkan lebih lanjut terkait program dan kegiatan Disbud,” ujarnya. Harapan ini mencerminkan optimisme untuk memajukan kebudayaan di NTB dengan lebih konkret.
Pembentukan Dinas Kebudayaan sebagai Langkah Strategis
Keberadaan Disbud sebagai dinas mandiri merupakan langkah strategis untuk memajukan kebudayaan di daerah. Kehadiran lembaga ini diharapkan sangat memudahkan pengawasan serta pengelolaan kebudayaan yang beragam di NTB.
Ahmad Nur Aulia mengungkapkan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian khusus bagi perkembangan kebudayaan. Pemajuan kebudayaan merupakan aspek penting yang tidak hanya berdampak pada identitas tetapi juga pada pengembangan masyarakat.
“Semangat dalam memajukan kebudayaan itu sangat penting bagi kami,” tegasnya. Banyak potensi yang bisa digali dari kekayaan budaya lokal yang beragam, apalagi dalam konteks pembangunan nasional yang terintegrasi.
Program-program yang dicanangkan oleh Disbud diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Potensi pariwisata yang berlandaskan budaya akan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan ini.
Disbud juga berupaya menggali lebih dalam partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya. Masyarakat diharapkan lebih aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan yang akan dilaksanakan nanti.
Proses Harmonisasi Aset dan Personel di Dinas Kebudayaan
Harmonisasi aset dan personel menjadi fokus utama dalam proses transisi menuju Dinas Kebudayaan. Setiap detil dalam relokasi mesti diperhatikan untuk meminimalisasi gangguan selama proses ini.
Nur Aulia menjelaskan bahwa pengalihan aset harus dilakukan dengan cermat. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa semua aspek terkait diperlakukan dengan baik demi kelancaran fungsi Disbud baru.
“Kami memahami bahwa proses ini tidak mudah, tetapi kami akan melakukan yang terbaik,” tambahnya. Ada harapan lebih besar di balik pembentukan dinas ini untuk memelihara dan mengembangkan budaya lokal.
Dinas Kebudayaan berfungsi sebagai penggerak utama dalam mewujudkan berbagai inisiatif kebudayaan di NTB. Tanggung jawab ini tentunya menuntut keseriusan dan kolaborasi semua pihak terkait.
“Kami mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat,” ujar Nur Aulia. Dengan dukungan tersebut, semua program dan kegiatan yang telah dipersiapkan dapat berjalan sesuai harapan.
Visi dan Misi Dinas Kebudayaan untuk Masa Depan
Dalam kegiatan yang akan datang, Disbud diharapkan memiliki visi yang jelas dan terarah. Melalui visi yang kuat, kebudayaan NTB dapat direvitalisasi dan dipromosikan secara luas.
“Kami sedang merancang program yang tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga pengembangan kebudayaan,” jelas Nur Aulia bersemangat. Dengan strategi yang tepat, harapan akan tercapainya kebudayaan yang kaya dan beragam sangat mungkin.
Di masa depan, kehadiran Disbud diharapkan bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kelembagaan kebudayaan di NTB. Proses pembelajaran serta partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan semua program.
Dinas Kebudayaan akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan sinergi. Kerjasama dengan instansi lain, serta masyarakat akan menciptakan dinamika yang bermanfaat bagi perkembangan ke arah yang lebih baik.
“Kami sangat optimis akan masa depan kebudayaan di NTB,” ujarnya mendorong semangat. Bersama masyarakat, program-program Disbud bisa mewujudkan cita-cita luhur pelestarian budaya lokal.






















