www.tempoaktual.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB yang diadakan pada 27 Oktober 2025 membawa banyak perubahan di tubuh lembaga ini. Salah satu keputusan penting dari RUPS adalah penunjukan Faisal, seorang profesional berpengalaman di bidang keuangan, sebagai Direktur Utama BPR NTB.
Faisal, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Gadai Mas Agung, diharapkan dapat memanfaatkan pengalamannya yang luas untuk menjaga performa dan perkembangan BPR NTB. Ia memiliki rekam jejak yang baik dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan layanan di industri keuangan di Provinsi NTB.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Faisal diharapkan dapat memperkuat tata kelola BPR NTB. Penunjukan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan dan usaha BPR dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Strategi untuk Memperkuat Tata Kelola BPR NTB
Di bawah kepemimpinan Faisal, langkah-langkah strategis direncanakan guna memperkuat tata kelola BPR NTB. Rapat ini juga menjadi momentum bagi manajemen baru untuk merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Faisal telah menekankan komitmennya untuk mendorong inklusi keuangan di kalangan masyarakat, terutama di sektor mikro dan UMKM. Ini sejalan dengan karakteristik khas BPR yang berfokus pada layanan komunitas dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Dengan visi dan misi yang jelas, pengembangan layanan keuangan menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya. Diharapkan langkah-langkah yang diambil akan mampu menjangkau kalangan yang selama ini terpinggirkan dari akses keuangan.
Proses Uji Kepatutan dan Kelayakan
Setelah penunjukan Faisal sebagai Direktur Utama, langkah selanjutnya adalah melakukan uji kepatutan dan kelayakan yang disebut juga dengan fit and proper test. Proses ini merupakan langkah penting yang harus dihadapi oleh seluruh calon direksi sebelum menjalankan tugas secara penuh.
Ketua Biro Perekonomian Setda NTB, Dr. Najamudin Amy, mengonfirmasi bahwa pengajuan untuk uji ini sudah dipersiapkan. Proses pengajuan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa direksi memiliki kemampuan dan integritas yang dibutuhkan dalam menjalankan perannya.
Dengan keberadaan struktur manajemen yang kuat, BPR NTB diharapkan dapat beroperasi dengan lebih efisien. Penempatan orang-orang yang tepat dalam posisi strategis menjadi faktor penentu keberhasilan lembaga ini ke depannya.
Pentingnya Pengembangan Manajemen BPR NTB Saat Ini
Pentingnya pengembangan manajemen BPR NTB di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat tidak bisa diabaikan. Rapat Umum Pemegang Saham juga menetapkan jabatan lainnya, termasuk Direktur Operasional yang baru, Lalu Didi Januardi, SE.
Penunjukan ini dimaksudkan untuk memperkuat tim manajemen dan memberikan dorongan positif bagi pengembangan usaha. Dengan jajaran direksi yang baru, BPR NTB berharap dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah dan masyarakat luas.
Dalam situasi ini, tantangan yang dihadapi di sektor keuangan tidak lagi ringan. Oleh karena itu, penting bagi tim manajemen untuk sigap dan responsif dalam menghadapi berbagai perubahan.
Dari penelitian yang ada, organisasi yang memiliki manajemen yang kuat cenderung lebih mampu bertahan dalam kondisi krisis. Ini menjadi alasan kuat bagi BPR NTB untuk segera melaksanakan perubahan dan inovasi dalam strukturnya.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh manajemen baru, harapan untuk mencapai tujuan keuangan dan sosial yang lebih baik bagi masyarakat semakin realistis. BPR NTB kini berdiri di ujung tombak perubahan yang berpotensi menggairahkan ekonomi lokal.






















