www.tempoaktual.id – Perubahan dalam alokasi dana transfer ke daerah NTB di tahun 2026 menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah setempat. Penurunan hingga Rp1 triliun ini menuntut Pemprov NTB untuk lebih memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD), mengingat ketergantungan kepada dana transfer masih tinggi.
Anggota Komite IV DPD RI, Evi Apita Maya, mengungkapkan bahwa dengan upaya yang tepat, peluang untuk mendapatkan tambahan transfer masih terbuka. Pemprov diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, terutama di awal tahun 2026 guna mencapai target yang ditetapkan.
Evi menegaskan bahwa performa ekonomi di triwulan pertama 2026 akan sangat berpengaruh pada jumlah transfer yang diterima. Tantangan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bukanlah hal yang mudah, tetapi ada harapan jika ekonomi NTB menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Peluang untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di NTB
NTB sempat menghadapi kontraksi ekonomi selama dua triwulan berturut-turut, yang banyak dipengaruhi oleh larangan ekspor konsentrat. Namun, Evi menyampaikan bahwa sektor non-tambang menunjukkan pertumbuhan yang positif, bahkan mencapai lebih dari 3 persen.
Melihat kenyataan tersebut, Evi optimis bahwa di tahun 2026, pertumbuhan ekonomi NTB bisa terus meningkat. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa serapan daerah ini menempati posisi keempat terbesar di Indonesia, yang mencerminkan potensi ekonomi yang cukup besar.
Evi menambahkan bahwa meskipun sektor tambang mengalami penurunan, sektor lainnya tetap menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa basis ekonomi NTB cukup beragam dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sektor saja.
Dampak Pekerja Migran terhadap Ekonomi NTB
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTB juga berperan signifikan dalam mendukung perekonomian daerah. Sebagai penyumbang PMI terbesar kedua di Indonesia, mereka menciptakan aliran devisa yang membantu perekonomian lokal. Ketersediaan lapangan kerja di luar negeri membuka peluang baru bagi masyarakat NTB.
Namun, kontribusi PMI tidak hanya terbatas pada pengiriman uang. Keberadaan mereka juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersaing di pasar global. Dengan keterampilan yang mereka peroleh, PMI bisa membawa kembali pengalaman yang bermanfaat untuk daerah asal.
Pengiriman uang dari PMI memberikan dampak langsung pada perekonomian lokal. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi dan investasi di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Pentingnya Penguatan Nilai Kebangsaan di Kalangan PMI
Pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan menjadi penting untuk memastikan kontribusi PMI terhadap perekonomian daerah. Dengan penguatan rasa cinta tanah air, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pembawa devisa, tetapi juga menjadi duta budaya dan identitas bangsa.
Di tengah arus informasi dan globalisasi, menjaga jati diri bangsa menjadi tantangan tersendiri. Evi menekankan bahwa untuk menghadapi pengaruh luar yang kuat, masyarakat harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang dasar negara.
Dia menegaskan, upaya sosialisasi nilai-nilai kebangsaan merupakan langkah strategis untuk menghindari potensi perpecahan. Kecintaan terhadap tanah air harus ditanamkan, terutama kepada mereka yang akan meninggalkan negeri untuk bekerja di luar negeri.
Evi menyatakan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap tanah air sebelum PMI berangkat ke luar negeri. Dia percaya bahwa dengan memahami identitas bangsa, mereka dapat membawa nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.
Kesadaran ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif terhadap negara dan menjadikan PMI sebagai agen perubahan yang tidak hanya mencari nafkah tetapi juga menjaga martabat bangsa.






















