www.tempoaktual.id – Yayasan Puteri Nusa Tenggara Barat telah memilih 12 finalis untuk bersaing dalam pemilihan Puteri Indonesia NTB tahun 2026. Malam puncak acara ini direncanakan pada tanggal 14 Desember 2025, setelah proses seleksi ketat yang melibatkan pembekalan dan kompetisi di berbagai daerah NTB.
Finalis yang terdelegasi berasal dari beragam latar belakang budaya dan pendidikan. Mereka terdiri dari perwakilan dari Kabupaten Bima, Kota Bima, Mataram, Lombok Utara, dan daerah lainnya di NTB, siap mempersembahkan yang terbaik.
Keberagaman ini menjadi salah satu keunggulan dalam kompetisi, di mana tiap finalis membawa kekuatan kultur lokal serta visi untuk memajukan daerah. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka siap untuk berkompetisi memperebutkan mahkota prestisius yang membawa nama baik NTB.
Persiapan Menuju Malam Grand Final Puteri Indonesia NTB 2026
Ketua Yayasan Puteri Nusa Tenggara Barat, Drg. Farida Istiarini, Sp.Ort, menegaskan bahwa pemilihan ini adalah momen krusial. Dalam acara ini, para finalis akan menunjukkan kemampuan dan karakter mereka yang tidak hanya berfokus pada kecantikan fisik.
Dengan tema “A Touch of the Beauty: Sasambo Culture”, kegiatan menjelang malam Grand Final diatur dengan cermat. Tujuannya adalah untuk menonjolkan kecantikan, kecerdasan, dan kekayaan budaya NTB yang berakar pada berbagai suku di daerah tersebut.
Para finalis diharapkan mampu berkontribusi dalam mempromosikan wisata sekaligus memperkenalkan nilai sosial dan budaya yang ada di NTB. Setiap kegiatan dirancang agar dapat menjadi ajang pemaparan potensi masing-masing finalis kepada publik.
Nilai dan Tujuan Pemilihan Puteri Indonesia NTB 2026
Ajang ini lebih dari sekadar kompetisi kecantikan; ia berfungsi sebagai platform pencarian duta daerah. Para finalis diharapkan mempunyai karakter yang kuat, kepedulian sosial yang tinggi, dan jiwa kepemimpinan yang bisa memajukan NTB.
Tugas utama Puteri Indonesia NTB yang terpilih nantinya adalah membawa suara dan advokasi daerah ke kancah nasional. Harapannya, pemenang dapat menjadi perwakilan yang tidak hanya mempercantik ranah publik, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat NTB.
Dalam proses seleksi, para peserta mengikuti audisi yang ketat. Mereka juga mendapatkan pelatihan berbasis advokasi sosial dan penampilan yang dimaksudkan untuk membentuk karakter dan kepercayaan diri mereka.
Finalis dengan Beragam Latar Belakang Siap Berebut Mahkota
Para finalis pada tahun ini memiliki latar belakang yang sangat beragam, mulai dari mahasiswa hingga pelaku UMKM. Ini menunjukkan bahwa ajang pemilihan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi pada pembangunan daerah melalui jalur ini.
Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini meningkatkan kualitas kompetisi serta memberikan warna pada acara Grand Final. Setiap finalis mempunyai visi dan advokasi masing-masing yang berfokus pada isu-isu lokal yang penting untuk NTB.
Kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan menyampaikan ide juga menjadi sorotan dalam penilaian. Kualitas ini sangat penting untuk keberhasilan mereka dalam menyampaikan apa yang menjadi misi Puteri Indonesia nantinya.






















