www.tempoaktual.id – Pada pagi yang cerah di Mataram, suasana di halaman Polsek Mataram terlihat sangat riang. Puluhan anak-anak dari TK Purnama Mataram hadir dengan senyum lebar, mengikuti program Polisi Sahabat Anak (PSA) yang dirancang untuk memperkenalkan sosok polisi sebagai teman dan pelindung yang dekat dengan anak-anak.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi. Didampingi oleh sejumlah personel kepolisian, kegiatan ini sukses menarik perhatian 55 peserta didik yang hadir bersama kepala sekolah dan para guru pendamping.
Dengan suasana yang penuh keceriaan, anak-anak tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang dimulai pukul 08.00 WITA. Mereka diajak berinteraksi langsung dengan para polisi, sehingga menciptakan momen edukasi yang tak terlupakan.
Kapolsek Mataram menyampaikan bahwa kegiatan PSA merupakan sebuah upaya Polri untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab dengan masyarakat, khususnya anak-anak. “Tujuannya adalah agar anak-anak tidak merasa takut terhadap polisi, melainkan mengenal kami sebagai sahabat,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, anak-anak diperkenalkan kepada berbagai rambu lalu lintas yang penting untuk dipahami. Panit Lantas, Ipda I Komang Putra Adnyana, menjelaskan arti dari lampu lalu lintas serta simbol-simbol yang terdapat di jalan dengan cara yang interaktif.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai permainan dan lagu. Personel Unit Lantas berusaha menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat antara polisi dan anak-anak melalui dialog yang menyenangkan.
Sebagai bentuk perhatian, Kapolsek Mataram tidak lupa membagikan makanan ringan kepada seluruh peserta. Kegiatan ini pun disambut gembira oleh anak-anak, yang terlihat antusias dan bahagia.
“Kami ingin agar generasi mendatang ini memiliki kesadaran hukum dan taat terhadap aturan lalu lintas sejak dini,” tambah AKP Mulyadi dengan penuh harapan.
Peran Polisi Dalam Pendidikan Anak Sejak Dini
Pendidikan anak-anak tidak hanya terletak pada materi kurikuler, tetapi juga pada interaksi yang membangun kepercayaan. Polisi memiliki peran yang penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak di lingkungan mereka.
Program seperti PSA merupakan langkah inovatif yang membawa positif dalam hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Dengan mengenalkan polisi sebagai sosok yang bersahabat, anak-anak dapat lebih terbuka untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan di sekitar mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak bisa memahami pentingnya keselamatan di jalan hingga mengenali fungsi polisi sebagai pelindung. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat materi lebih mudah diterima oleh anak-anak.
Sikap positif terhadap polisi akan terbawa hingga mereka dewasa. Generasi yang tumbuh dengan rasa aman dan mengenal polisi sebagai sahabat, akan lebih mungkin untuk mengikuti aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Kesadaran Lalu Lintas Untuk Generasi Muda
Pengenalan rambu lalu lintas sejak usia dini adalah bagian penting dari pendidikan kepatuhan. Anak-anak perlu tahu tentang berbagai aturan dan simbol yang mengatur lalu lintas agar dapat menjaga keselamatan diri mereka sendiri.
Kapolsek Mataram dan timnya berharap agar anak-anak ini dapat tumbuh menjadi individu yang sadar akan keselamatan berlalu lintas. Pendidikan yang baik di usia dini akan meminimalisir potensi kecelakaan di masa depan.
Materi yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan seperti lagu dan kuis akan melekat lebih lama di ingatan anak-anak. Hal ini penting agar mereka memahami pentingnya bertindak sesuai aturan yang ada di jalan raya.
Melalui aktivitas interaktif seperti ini, diharapkan para anak bisa berdiskusi dan bertanya tentang situasi yang mereka hadapi di lingkungan jalan. Pengetahuan yang diperoleh akan menjadi bekal berharga bagi mereka saat beranjak dewasa.
Membangun Hubungan Positif Antara Polisi dan Masyarakat
Kegiatan seperti Polisi Sahabat Anak menjadi sarana penting untuk membangun hubungan yang saling percaya. Warga masyarakat akan merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dengan polisi jika sudah terbiasa berkomunikasi dalam konteks yang positif.
Hal ini dapat mengubah pandangan negatif terhadap polisi yang mungkin ada di masyarakat. Ketika anak-anak melihat polisi sebagai teman, mereka akan lebih cenderung menghormati dan mendengarkan himbauan yang diberikan.
Langkah ini juga berpotensi mengurangi kriminalitas di masa depan dengan menciptakan generasi yang terdidik dan bertanggung jawab. Ketika polisi dan masyarakat bekerja sama, lingkungan menjadi lebih aman bagi semua.
Dengan semakin banyaknya kegiatan serupa, diharapkan hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat akan semakin kian harmonis. Ini adalah tujuan jangka panjang yang bermanfaat untuk pembangunan sosial yang lebih baik.






















