www.tempoaktual.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menetapkan peta jalan pengembangan 38 komoditas agro maritim yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi industri dari hulu hingga hilir. Peta jalan ini diharapkan menjadi pedoman strategis untuk meningkatkan nilai tambah serta integrasi berbagai sektor dalam pembangunan industri agro maritim di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., mengungkapkan bahwa peta jalan ini dihasilkan melalui proses yang matang dan terencana. Dalam acara yang diadakan di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nuryanti menjelaskan bahwa penyusunan roadmap ini melibatkan kajian mendalam mengenai kondisi dan potensi industri agromaritim di NTB untuk periode 2025 hingga 2029.
Menurut dokumen yang disusun, 38 komoditas tersebut terbagi dalam enam sektor utama, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan kelautan, peternakan, serta kehutanan. Pengelompokan ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan yang lebih terarah dan efektif.
Sektor tanaman pangan menjadi salah satu fokus utama, dengan perhatian pada komoditas seperti padi, jagung, kedelai, dan singkong. Sementara itu, dalam sektor hortikultura, komoditas yang pertumbuhannya diharapkan signifikan meliputi cabai, bawang merah, tomat, pisang, dan nangka yang memiliki permintaan tinggi.
Di sektor perkebunan, terdapat komoditas unggulan seperti kopi, tembakau, tebu, vanili, kakao, dan cengkeh yang berpotensi besar untuk hilirisasi. Untuk sektor perikanan dan kelautan, pengembangan ikan pelagis dan demersal seperti tuna, cakalang, serta berbagai jenis udang menjadi prioritas utama untuk meningkatkan produktivitas lokal.
Strategi Pengembangan Komoditas Utama untuk Nilai Tambah
Dari keseluruhan komoditas, 12 komoditas unggulan ditetapkan untuk dihilirisasi lebih lanjut berdasarkan tiga kriteria utama. Kriteria tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan lokal, substitusi impor, dan peluang untuk ekspor, yang semuanya akan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penyusunan roadmap ini diharapkan dapat mendorong investasi yang lebih besar dan mengoptimalkan potensi masing-masing sektor. “Kita sudah melalui tahapan panjang hingga menghasilkan roadmap ini,” ujar Nuryanti, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam pengembangan industri agromaritim.
Dalam rencana lima tahun mendatang, fokus utama pemerintah adalah memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sentra-sentra industri yang ada di 10 kabupaten/kota. Selain itu, penguatan industri halal juga menjadi salah satu prioritas yang diharapkan dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi NTB.
“Pengembangan ekosistem industri ini sangat strategis untuk mendorong peningkatan produksi secara maksimal,” lanjut Nuryanti. Peta jalan ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi NTB untuk menjadi pusat investasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi dalam industri agro maritim.
Implementasi Peta Jalan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan bahwa peta jalan ini akan menjadi acuan bagi perangkat daerah teknis dalam menyusun program yang berkaitan dengan pengembangan industri. Program-program ini diharapkan dapat mengimplementasikan hilirisasi secara efektif untuk mendorong investasi dan memperkuat daya saing produk agro maritim di pasar nasional.
Komitmen Pemerintah Provinsi NTB tampaknya cukup realistis dengan mempertimbangkan sumber daya dan potensi yang ada. Dengan dukungan dari berbagai pihak, peta jalan ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kapasitas industri di sektor agro maritim.
Diharapkan bahwa melalui kerjasama antar stakeholder, pengembangan ini bukan hanya menguntungkan daerah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan industri agro maritim di NTB akan menjadi motor penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Di lain pihak, sosialisasi mengenai peta jalan ini juga sangat penting untuk memastikan bahwa informasi dan rencana tersebut dipahami oleh para pelaku industri. Dengan demikian, implementasi dapat berjalan dengan lebih mulus dan terkoordinasi.
Dukungan Kebijakan untuk Keberhasilan Pengembangan Sektor Agro Maritim
Peta jalan yang terdapat di dalam dokumen ini juga dirancang selaras dengan kebijakan nasional. Ini termasuk arah kebijakan hilirisasi industri yang diatur dalam Peraturan Presiden yang relevan.
Melalui regulasi yang jelas dan dukungan kebijakan, pemanfaatan potensi sumber daya diharapkan dapat meningkat. Hal ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga sektor swasta yang memiliki peranan penting dalam pengembangan industri agro maritim di daerah.
Dengan demikian, diharapkan setiap sektor dapat berkontribusi secara optimal untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat setempat pun akan merasakan dampaknya, terutama dalam bentuk lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan.
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan peta jalan ini agar setiap program yang dijalankan benar-benar efektif. Melalui evaluasi berkala, pemerintah dapat menyesuaikan langkah strategis sesuai dengan perkembangan yang ada di lapangan.
Secara keseluruhan, pengembangan agro maritim bukan hanya sekedar menambah produk lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Dengan fokus yang jelas dan dukungan yang tepat, NTB dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam hal pengelolaan dan pengembangan sektor agro maritim yang berkelanjutan.






















