www.tempoaktual.id – Pada bulan Desember 2025, Universitas Islam Malang membuat prestasi yang patut dicatat di arena internasional. Tim mahasiswa Fakultas MIPA Prodi Biologi berhasil meraih medali emas dalam kompetisi International Invention and Innovative Science Project Olympiad (I2ASPO) kategori Energi, membawa nama UNISMA melangit di panggung dunia.
Tim tersebut terdiri dari lima mahasiswa yang berasal dari berbagai angkatan, menampilkan kekuatan kolaborasi dan inovasi. Dipimpin oleh Alvina Putri Maharani, mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi dan kerja sama yang luar biasa untuk berkompetisi dalam skala global.
Dalam ajang tersebut, produk inovasi mereka berjudul “Upcycling Aquaculture Sludge into Functional Biochar for Thermal Solar Panel Enhancement: A Low-Cost Waste-to-Energy Innovation.” Karya ini berfokus pada pengolahan limbah perikanan menjadi biochar yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bermanfaat untuk efisiensi energi.
Keterlibatan dan Sinergi Tim Mahasiswa dalam Proyektif Global
Tentunya, pencapaian ini tidak terlepas dari peran setiap anggota tim yang bekerja secara maksimal. Sinergi antara anggota dari berbagai angkatan memberikan dampak yang signifikan dalam setiap langkah penelitian dan persiapan. Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman menjadikan tim ini solid dan kokoh.
Persiapan mereka dimulai dengan mendalami konsep dan teoritis yang berkaitan dengan biochar dan manfaatnya terhadap panel surya. Tim juga meluangkan waktu untuk berlatih presentasi agar dapat menyampaikan gagasan mereka dengan jelas dan meyakinkan, tujuan mereka tak lain untuk mengesankan para juri.
Pelatihan intensif dan diskusi terus-menerus membuat anggota tim semakin memahami setiap aspek dari proyek mereka. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk meneliti, mendalami data, dan menghasilkan karya yang dapat diterima secara akademis di kancah internasional.
Inovasi Berkelanjutan dan Manfaat bagi Lingkungan
Konsep inovasi yang diusung tim ini bukan hanya bersifat lokal, tetapi memiliki implikasi global. Pengolahan limbah budidaya perikanan menjadi biochar menawarkan solusi untuk masalah limbah yang semakin mendesak di banyak negara. Ini menunjukkan betapa pentingnya penelitian berkelanjutan untuk mencapai tujuan lingkungan yang lebih baik.
Dengan menciptakan biochar yang bermanfaat, mereka turut memberikan jawaban atas isu energi terbarukan yang juga terus berkembang. Hal ini memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya peduli dengan teori, tetapi juga siap berkontribusi melalui aksi nyata untuk lingkungan dan masyarakat.
Inovasi ini membuka potensi untuk tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menyediakan sumber energi yang lebih efisien. Dengan demikian, mereka tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek keberlanjutan yang akan membantu generasi mendatang.
Pentingnya Dukungan Dosen Pembimbing dan Institusi
Daya juang tim ini juga didorong oleh peran penting dosen pembimbing, Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si. yang tidak hanya memberikan bimbingan ilmiah tetapi juga dukungan moral. Arahan dan strategi yang diberikan oleh beliau membantu tim mendalami materi secara lebih baik dan mempersiapkan presentasi dengan optimal.
Inisiatif dan komitmen dari dosen pembimbing sangat berpengaruh dalam mengarahkan penelitian tim agar sesuai dengan standar internasional. Fungsi peran ganda beliau sebagai mentor dan pemandu sangat vital dalam menciptakan dampak positif bagi tim.
Selain dosen pembimbing, dukungan dari dekanat Fakultas MIPA UNISMA juga sangat berharga. Bantuan ini meliputi fasilitas penelitian, motivasi, dan kesempatan yang diberikan untuk mahasiswa meraih prestasi. Ini menunjukkan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan institusi dalam mencapai hasil yang maksimal.






















