www.tempoaktual.id – Aktivitas jual beli di Pasar Induk Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berjalan dengan lancar meskipun menjelang libur akhir tahun. Kondisi pasar ini menunjukkan bahwa harga bahan pokok, khususnya beras, tetap stabil meski permintaan masa liburan biasanya meningkat secara signifikan.
Pemantauan langsung oleh Pimpinan Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat, bersama tim, menemukan bahwa ketersediaan stok beras mencukupi. Pedagang di pasar juga menyatakan bahwa harga tetap stabil berkat pasokan yang terus masuk dengan lancar.
Menurut beberapa pedagang, meskipun Natal dan Tahun Baru semakin dekat, lonjakan permintaan belum terlihat. Mereka merasa aman karena stok beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia dengan baik.
Stabilitas Harga Beras di Tengah Lonjakan Permintaan
Kondisi stabilitas harga beras di Pasar Induk Mandalika menjadi perhatian penting. Para pedagang mengungkapkan bahwa kelancaran pasokan menjadi faktor utama yang menjaga harga agar tetap stabil di pasar.
Salah satu pedagang mengonfirmasi bahwa tidak ada kenaikan harga beras, dan pasokan dari Bulog selalu mencukupi. Keberadaan beras yang cukup membuat konsumen merasa tenang dan tidak khawatir akan kelangkaan.
Stabilitas harga ini memberikan keuntungan tidak hanya bagi pedagang tetapi juga bagi konsumen. Mereka dapat berbelanja kebutuhan pokok tanpa merasakan beban harga yang meningkat, sehingga situasi ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Peran Bulog dalam Menjamin Ketersediaan Pangan
Pimpinan Bulog NTB menegaskan pentingnya distribusi pangan yang lancar selama periode Natal dan Tahun Baru. Bulog siap menjamin ketersediaan bahan pangan strategis, seperti beras, gula, dan minyak goreng, untuk masyarakat setempat.
Keterlibatan Bulog dalam pengawasan dan operasional di pasar sangat membantu menjaga stabilitas harga. Mereka berkomitmen untuk tidak libur selama periode Nataru demi memastikan distribusi tetap berjalan dengan baik.
Selain itu, Bulog juga membuka posko pelayanan di berbagai lokasi untuk memantau ketersediaan pangan secara langsung. Layanan ini ditujukan agar masyarakat merasa aman ketika berbelanja, dan ketersediaan pangan tetap terjaga.
Pengawasan Ketat untuk Mencegah Praktik Spekulasi
Bersama Satuan Tugas Pangan, Bulog terus memperkuat pengawasan pasar untuk mencegah terjadinya praktik spekulasi dan penimbunan. Hal ini dilakukan agar pasokan pangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan baik.
Pendistribusian pangan juga dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) dan wilayah-wilayah permukiman, guna memastikan semua kebutuhan masyarakat terlayani. Keberadaan saluran distribusi ini dapat menepis kekhawatiran terkait ketersediaan pangan di lapangan.
Rizal, Wakil Pimpinan Bulog NTB, mengimbau masyarakat agar berbelanja dengan bijaksana dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan demikian, stabilitas harga di pasar dapat terjaga lebih baik.






















