www.tempoaktual.id – Pembalap MotoGP, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa Sirkuit Mandalika bukanlah trek yang sesuai untuknya. Pengakuan ini disampaikan setelah mengalami insiden jatuh pada sesi latihan, yang menunjukkan bahwa setiap sirkuit menantang para pembalap dengan cara yang berbeda.
Marquez mengalami kecelakaan di tikungan 5 dan 10 saat sesi latihan resmi yang berlangsung pada Jumat, 3 Oktober 2025. Ia merasa bahwa ada yang aneh selama sesi latihan bebas, meskipun dia telah berusaha untuk beradaptasi dengan lintasan tersebut.
Dengan dua kecelakaan yang dialaminya dalam waktu singkat, Marquez mengungkapkan rasa frustrasinya. Dia mengatakan, “Saya merasa tidak nyaman, dan tidak mungkin untuk jatuh lagi. Meskipun saya berusaha mendapatkan kembali kepercayaan diri, hari ini sudah cukup bagi saya.”
Pembalap asal Spanyol ini menambahkan bahwa meskipun telah mencoba menyesuaikan gaya berkendaranya, tetap saja lintasan Mandalika memberikan tantangan tersendiri. Dia merasa perlu menjaga keselamatannya sebelum memutuskan beraksi kembali di lintasan.
Perkembangan Sesi Kualifikasi bagi Marc Marquez di MotoGP Mandalika
Meskipun mengalami kesulitan, Marquez terus berjuang dan mencoba memperbaiki posisinya di sesi kualifikasi kedua yang berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Dia mencatatkan waktu 1 menit 29,77 detik, yang membawanya ke posisi sembilan dalam kualifikasi tersebut.
Posisi ini sedikit lebih lambat jika dibandingkan dengan pembalap lainnya, seperti Fabio Quartararo dari Monster Energy Yamaha, yang berhasil meraih posisi kedelapan. Tapi, bagi Marquez, berakhir di posisi sembilan adalah sebuah langkah positif setelah dua kecelakaan mempengaruhi kepercayaan dirinya.
Marquez menyadari pentingnya untuk tetap fokus dan tidak terburu-buru. “Kami harus mengambil risiko, tetapi harus cerdas dalam melakukannya,” ujarnya. Dia berharap bisa menemukan ritme yang tepat agar bisa bersaing di balapan sesungguhnya.
Persaingan di MotoGP Mandalika ini memberikan tantangan tersendiri bagi setiap pembalap. Marquez yang dikenal sebagai petarung tangguh pun harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua sirkuit cocok dengan gaya balapnya.
Keberhasilan Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika
Sementara itu, pembalap Mario Bezzecchi dari tim Aprilia Racing merebut perhatian dengan meraih pole position pada MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit. Catatan waktunya yang tercepat adalah 1 menit 28,83 detik, sebuah pencapaian yang mengesankan.
Bezzecchi menunjukan performa yang konsisten sepanjang sesi kualifikasi, berhasil memperbaiki catatan waktunya dari sesi latihan di hari sebelumnya yang berada di angka 1 menit 29,66 detik. Keberhasilannya berarti dia akan memulai balapan sprint dari posisi terdepan.
Di belakang Bezzecchi, terdapat Fermin Aldeguer yang berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua dengan 1 menit 29,23 detik. Pembalap ini semakin menunjukkan bahwa talentanya patut diperhitungkan di sirkuit yang menantang seperti Mandalika.
Ruang persaingan semakin ketat ketika Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team menempati posisi ketiga dengan waktu 1 menit 29,28 detik. Dengan setiap rincian waktu ini, para pembalap semakin termotivasi untuk memberikan performa terbaik mereka.
Strategi dan Rasa Percaya Diri di Untungnya Perolehan Waktu
Sementara Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing mengalami penurunan, ia harus berpuas diri di posisi kelima setelah sebelumnya menempati posisi ketiga dalam latihan resmi. Catatan waktunya berada di angka 1 menit 29,34 detik.
Acosta menunjukkan potensi besar, namun penurunan posisi ini menjadi pengingat bahwa kecepatan saja tidak cukup di sirkuit Mandalika. Para pembalap harus mampu beradaptasi dan membuat keputusan yang tepat di setiap belokan.
Posisi awal dalam balapan sangat krusial, dan bagi Bezzecchi, tekanan untuk mempertahankan performa di depan penonton lokal dan penggemarnya menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya momen ini, semua mata tertuju padanya untuk melihat apakah ia bisa mengubah pole position menjadi kemenangan.
Ini adalah waktu yang menarik dalam kalender MotoGP, di mana setiap pembalap menghadapi tantangan dalam situasi yang berbeda. Dengan atmosfer yang mendukung di Mandalika, harapan tinggi diletakkan pada pembalap-pembalap ini untuk mempersembahkan balapan yang tidak terlupakan.






















