www.tempoaktual.id – Enam unit pertokoan yang mangkrak di Rest Area Bendungan Jenggik, Kecamatan Terara, Lombok Timur, akan segera berfungsi kembali. Pengelolaan aset Pemkab Lombok Timur ini diserahkan kepada Pemerintah Desa Jenggik untuk memajukan perekonomian masyarakat setempat.
Langkah ini diinisiasi oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, sebagai dukungan terhadap kreativitas masyarakat Jenggik yang memiliki potensi usaha besar. Dengan penyerahan hak kelola tanpa biaya sewa, diharapkan aset yang tidak termanfaatkan tersebut dapat dikelola dengan baik.
Bupati Warisin menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah membangun pusat kegiatan ekonomi dan pengembangan UMKM di desa tersebut. Dia berharap masyarakat dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk meraih keuntungan ekonomi yang lebih baik.
Keenam unit pertokoan ini direncanakan digunakan sebagai pusat distribusi kebutuhan dapur dalam mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, kawasan ini juga akan menjadi tempat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Agar pengelolaan dapat dilakukan secara berkelanjutan, rencana pembentukan koperasi akan segera dilakukan. Koperasi ini diharapkan menjadi pengelola utama yang menyuplai kebutuhan masyarakat dan program-program sosial, serta memberikan dampak ekonomi langsung.
Kepala Desa Jenggik, Muhammad Izhar, memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan tersebut. Izhar melihat hak kelola ruko sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia berpendapat bahwa mengelola aset ini merupakan kesempatan emas bagi mereka. Rencana pengembangan akan dibahas dalam musyawarah yang melibatkan BUMDes, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Di sisi lain, Bupati Haerul Warisin juga menggarisbawahi potensi pertanian di Lombok Timur dalam upaya ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan komitmen untuk menerapkan pola tanam padi dua kali setahun sesuai arahan pemerintah pusat.
Dengan penyerahan aset ini, Rest Area Bendungan Jenggik diproyeksikan bakal menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menguatkan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dan kekuatan desa.
Pengelolaan Aset untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Proses pengelolaan aset yang diberikan kepada desa ini diharapkan dapat menghidupkan kegiatan ekonomi lokal secara signifikan. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan, untuk memastikan semua potensi dimaksimalkan dengan efektif.
Dengan adanya ruko yang berfungsi kembali, peluang kerja baru juga akan terbuka. Masyarakat tidak hanya dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berinvestasi dalam usaha yang lebih besar.
Melalui koperasi, terciptanya iklim usaha yang kondusif menjadi harapan besar. Koperasi itu diharapkan mampu menghadirkan wadah bagi para pelaku UMKM untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
Memanfaatkan aset secara optimal juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas produk lokal. Dengan pengelolaan yang baik, bisnis lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, fokus dilakukannya distribusi kebutuhan dapur juga dapat mendukung kesehatan masyarakat. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) akan berjalan lebih efisien dengan keberadaan pusat distribusi ini.
Partisipasi Masyarakat dalam Usaha Mikro dan Kecil
Pemberdayaan masyarakat melalui usaha mikro dan kecil menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan ini. Dengan adanya koperasi, masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan akses modal dan pelatihan.
Lebih lanjut, dukungan dari berbagai pihak menjadi penting. Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan agama, diharapkan ada sinergi yang positif dalam pengembangan ekonomi lokal.
Masyarakat juga bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam berbisnis. Ini akan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk inovasi dan kreativitas dalam berusaha.
Pengembangan UMKM tidak hanya dapat menguntungkan individu, tetapi juga membawa perubahan sosial yang positif. Diharapkan, kolaborasi ini dapat membangun spirit gotong royong di tengah masyarakat Jenggik.
Kepala Desa Izhar memandang bahwa kehadiran ruko ini adalah solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan desanya. Ada harapan realisasi program ini dapat menjadi model untuk desa lain di Lombok Timur.
Komitmen Jangka Panjang untuk Pemberdayaan Ekonomi
Komitmen pemerintah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Pembangunan ekonomi berbasis komunitas yang kuat akan mampu memberi daya saing di pasar yang semakin ketat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintahan dan masyarakat dalam setiap aspek pembangunan.
Melalui program-program yang sudah ditetapkan, diharapkan pertumbuhan ekonomi berjalan merata. Setiap lapisan masyarakat harus merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut.
Keberadaan pertokoan yang didayagunakan ini bukan hanya sekadar sebuah ruang usaha, tetapi juga simbol kemajuan. Ini adalah langkah progresif menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Jenggik.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, wilayah ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pengelolaan aset desa demi kemakmuran bersama.






















