www.tempoaktual.id – Pemkab Sumbawa tengah berupaya untuk meningkatkan potensi 30 desa wisata yang telah ditetapkan. Meskipun sudah ada keputusan resmi, mereka menyadari perlunya penataan lebih lanjut, baik dari segi infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Muhammad Irfan, pengembangan desa wisata adalah investasi jangka panjang yang harus dikelola dengan serius. Infrastruktur menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan agar tujuan ini bisa tercapai.
Irfan menambahkan bahwa penguatan kelembagaan juga menjadi fokus utama dalam pengembangan desa wisata. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kualitas sumber daya manusia di sektor wisata memadai menghadapi tantangan yang ada.
Infrastruktur sebagai Faktor Penentu Kesuksesan Desa Wisata
Infrastruktur yang baik sangat penting untuk mendukung operasional dan pengembangan desa wisata. Tanpa dukungan yang memadai dalam hal aksesibilitas, pengunjung mungkin enggan untuk datang.
Melihat kondisi saat ini, Irfan menyatakan bahwa masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Jalan-jalan menuju lokasi-lokasi wisata membutuhkan perhatian khusus agar lebih mudah diakses oleh wisatawan.
Bekerjasama dengan dinas terkait, seperti Dinas PUPRPP, adalah langkah strategis untuk melakukan perbaikan. Dengan adanya perbaikan infrastruktur, diharapkan akses ke desa wisata akan semakin terbuka dan menarik lebih banyak pengunjung.
Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia di Desa Wisata
Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di desa-desa wisata adalah aspek yang tak kalah penting. Menurut Irfan, pelatihan berkelanjutan bagi pelaku wisata harus menjadi bagian dari agenda utama.
Desa wisata yang memiliki SDM berkualitas bisa memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Oleh karena itu, pelatihan yang terencana dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan pelaku wisata.
Rencananya, Disparpora akan menggiatkan kembali program pelatihan secara rutin. Ini bertujuan agar setiap pelaku wisata tidak hanya paham tentang pariwisata, tetapi juga mampu memberikan layanan yang memuaskan kepada pengunjung.
Koordinasi Antarlembaga untuk Memecahkan Masalah Pariwisata
Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi desa wisata, koordinasi antarlembaga sangatlah penting. Irfan menegaskan perlunya kerjasama dengan instansi lain untuk mengatasi masalah yang kompleks.
Salah satu contohnya adalah kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk menangani masalah sampah. Dengan dukungan ini, diharapkan tiap desa dapat lebih proaktif dalam pengelolaan lingkungan, yang juga mendukung pariwisata.
Penganggaran desa juga akan diarahkan untuk menangani persoalan pariwisata. Hal ini membutuhkan komitmen dari semua pihak untuk bisa mengoptimalkan potensi desa-desa wisata tersebut.






















