www.tempoaktual.id – Pemerintah daerah di Kabupaten Dompu sedang melakukan inisiatif untuk memajukan sektor UMKM melalui pembangunan sentral Foodbox. Dua lokasi strategis telah dipilih untuk mengembangkan berbagai produk lokal, mulai dari makanan hingga kerajinan khas daerah.
Sentral foodbox ini diharapkan menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk menampilkan dan menjual produk mereka, sekaligus meningkatkan estetika ruang publik. Dengan adanya sentral ini, pedagang tidak lagi berjualan di trotoar yang mengganggu fasilitas umum.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menekankan pentingnya penataan yang baik untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman. Selain itu, ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat local melalui dukungan kepada pelaku UMKM.
Dalam rangka merealisasikan konsep ini, Pemda menargetkan penyelesaian pada tahun 2026. Meskipun mengalami penurunan anggaran, pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan pengembangan UMKM sebagai pilar perekonomian daerah.
Pembangunan Sentral Foodbox untuk Pelaku UMKM di Dompu
Pembangunan sentral foodbox di Kabupaten Dompu mencerminkan upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan pelaku UMKM. Lokasi terpilih diharapkan dapat menarik pengunjung dan mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan produk lokal.
Titik pertama terletak di area dekat Polres Dompu, sementara titik kedua berada di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Bada. Dengan pemilihan lokasi yang strategis ini, pemerintah berharap dapat menciptakan tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja.
Tidak hanya itu, sentral foodbox juga dirancang untuk menjadi pendorong inovasi di kalangan pelaku UMKM. Produk yang ditawarkan akan beragam, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan yang memberikan identitas lokal kuat kepada Kabupaten Dompu.
Keberadaan foodbox ini diharapkan bisa mengurangi penjualan di trotoar yang berpotensi mengganggu lalu lintas. Dengan penataan yang lebih baik, lingkungan sekitar juga bisa lebih bersih dan estetis.
Tindakan Penertiban TEMPAT DAGANG di Trotoar
Pemerintah Kabupaten Dompu mengambil langkah tegas dengan menertibkan pedagang yang menjajakan barang dagangan di trotoar. Tujuan dari penertiban ini adalah mengembalikan fungsi asli trotoar sebagai fasilitas umum yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.
Upaya ini bukan tanpa perlawanan, namun lebih dari itu, pemerintah berupaya menciptakan suasana yang lebih teratur. Dalam jangka panjang, penertiban ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pascapenertiban, pemerintah juga menyerahkan rombong kepada pelaku UMKM yang terdampak. Rombong ini memberikan solusi yang fleksibel bagi pedagang untuk bisa berjualan tanpa mengganggu ruang publik.
Bupati mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah diberikan. Rombong harus dirawat agar dapat digunakan lebih lama dan bermanfaat untuk mengembangkan usaha.
Bantuan Lainnya Untuk Pelaku UMKM di Kabupaten Dompu
Tidak hanya rombong, pemerintah juga memberikan berbagai bantuan untuk mendukung pelaku UMKM. Bantuan tersebut mencakup kompresor pengisian angin, mesin jahit, dan berbagai peralatan masak yang dapat meningkatkan produktivitas usaha.
Di samping itu, bantuan modal juga disalurkan kepada 17 unit usaha mikro. Usaha ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM tidak hanya beroperasi, tetapi juga berkembang dan maju.
Bupati Dompu berharap adanya dukungan lanjutan dan pendampingan lebih jauh bagi para pelaku UMKM. Keberlanjutan usaha mereka akan sangat tergantung pada bimbingan dan pelatihan yang sistematis.
Inisiatif ini diharapkan bisa menjadikan Kabupaten Dompu sebagai pusat kegiatan ekonomi yang menjanjikan. Dampak positif bagi perekonomian lokal diharapkan akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat di masa mendatang.






















