www.tempoaktual.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk mempercepat pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dikenal sebagai NTB Capital. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa operasional BUMD ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026, menandakan investasi yang akan datang ke daerah tersebut.
Pembentukan NTB Capital sedang dalam proses finalisasi, melibatkan kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. Gubernur menggarisbawahi pentingnya lembaga ini untuk menangani masalah investasi yang berfokus pada keberlanjutan dan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
NTB Capital diharapkan menjadi penggerak utama dalam menarik investasi, khususnya dari luar negeri. Hal ini menjadi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjawab tantangan terkait regulasi yang sering mempersulit investor untuk masuk.
Strategi dan Tujuan Pembentukan BUMD NTB Capital untuk Investasi
Dalam pembentukan NTB Capital, pemerintah daerah berfokus pada dua hal utama: regulasi dan konsep operasional. Gubernur menginginkan BUMD ini tidak hanya sekadar menjadi pengurus investasi, tetapi juga sebagai mediator antara investor dan masyarakat.
Dengan adanya NTB Capital, diharapkan akan ada keyakinan dari investor bahwa aspek perizinan dan tanggung jawab sosial akan ditangani dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepada investor agar mereka dapat fokus pada kegiatan bisnis yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Salah satu fokus dari NTB Capital adalah meningkatkan investasi ramah lingkungan. Gubernur menjelaskan bahwa investasi yang masuk ke wilayah NTB harus mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Status Proses Pembentukan BUMD dan Tahapan yang Dilalui
Menurut Kepala Biro Perekonomian, Dr. Najamuddin Amy, saat ini pembentukan NTB Capital baru mencapai tahapan ketiga dari tujuh tahapan yang diharuskan oleh Kementerian Dalam Negeri. Proses ini masih memerlukan waktu dan dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai fase berikutnya.
Tahapan awal meliputi pengajuan dokumen kepada Kemendagri, diikuti dengan proses review yang memberikan rekomendasi untuk menentukan fokus bisnis dari NTB Capital. Rekomendasi ini penting agar Pemprov NTB dapat menetapkan arah yang jelas bagi BUMD.
Setelah stage kedua selesai, akan dilakukan penilaian atau appraisal oleh Kementerian Dalam Negeri yang memerlukan waktu sekitar dua minggu. Begitu seluruh dokumen dan rekomendasi selesai, Pemprov NTB akan memiliki landasan yang kuat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Respons Investor Terhadap Pembentukan NTB Capital yang Menjanjikan
Sejumlah investor internasional dari berbagai negara menunjukkan minat terhadap NTB Capital dan potensi investasi di daerah tersebut. Investor dari Australia, Singapura, Jepang, dan Korea telah menyampaikan ketertarikan mereka, yang menandakan harapan positif bagi pembangunan ekonomi di NTB.
Gubernur menyatakan bahwa meskipun NTB Capital akan mengelola investasi, perusahaan ini tidak akan berfungsi seperti Badan Usaha Milik Negara. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan keberadaan NTB Capital sebagai lembaga yang tanggap terhadap kebutuhan investor dan masyarakat lokal.
Dengan dibentuknya NTB Capital, diharapkan kesenjangan antara investor dan masyarakat dapat segera tertangani. Hal ini tak hanya akan meningkatkan investasi, tetapi juga memberikan solusi yang lebih baik dalam hal perizinan dan hubungan sosial.






















